Saham Google turun karena pendapatan yang tak sesuai harapan. (Photo by Josh Edelson / AFP)
Saham Google turun karena pendapatan yang tak sesuai harapan. (Photo by Josh Edelson / AFP)

Pendapatan Mengecewakan, Nilai Saham Google Turun

Teknologi google
Ellavie Ichlasa Amalia • 28 Mei 2019 10:55
Jakarta:Nilai saham Google turun setelah mereka mengumumkan laporan keuangannya. Memang, satu tahun belakangan, Google menemui banyak masalah, mulai dari konflik internal, masalah privasi, hingga beberapa denda internasional.
 
Saham Alphabet -- perusahaan induk Google -- turun tujuh persen setelah perusahaan mengumumkan pendapatan untuk kuartal pertama, yang mencapai USD36,34 miliar (RP522,6 triliun), lebih rendah dari perkiraan analis, yaitu USD37,33 miliar (Rp536,9 triliun). Padahal, jika dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu, pendapatan Google naik 17 persen.
 
Kepada investor, CEO Google Sundar Pichai berkata bahwa mereka akan fokus untuk terus memperbaiki algoritma YouTube. Platform video itu menemui berbagai kendala, membuatnya menampilkan video misinformasi, ujaran kebencian, atau konten bermasalah yang menargetkan penonton anak-anak. Selain itu, dia juga berjanji akan mengatasi masalah privasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ekspektasi pengguna akan privasi terus berubah dan kami berusaha keras untuk bisa memenuhinya," kata Pichai, seperti yang dikutip dari The Guardian. "Ada beberapa perubahan yang harus kami lakukan dalam waktu satu tahun ke depan."
 
Jika dibandingkan dengan perusahaan teknologi lainnya, performa Alphabet tidak terlalu baik. Pada kuartal pertama, Facebook berhasil mendapat lebih dari USD15 miliar (Rp215,7 triliun), yang memecahkan rekor mereka.
 
Sementara itu, Amazon mencatat keuntungan tertinggi selama empat kuartal berturut-turut. Microsoft juga memiliki laporan keuangan yang lebih baik dari perkiraan dan menjadi perusahaan ketiga dengan valuasi USD1 triliun (Rp14.400 triliun).
 
Dalam satu tahun terakhir, Google memang mengalami beberapa konflik internal, seperti para pekerja yang mogok pada November 2018 terkait tuduhan pelecehan seksual serta ratusan karyawan yang menandatangani surat untuk menyatakan keberatan tentang cara Google memperlakukan pekerja tak tetap mereka.
 
Pada Maret, Google dikenakan denda sebesar EUR1,5 miliar (Rp24,1 triliun) oleh Uni Eropa atas dasar monopoli iklan. Pada Januari, Alphabet dikenakan denda EUR50 juta (Rp804,4 miliar) karena gagal memberikan informasi yang mudah dimengerti dan transparan terkait regulasi mereka tentang penggunaan data konsumen.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif