Kesepakatan AS dan Tiongkok Tangguhkan Aturan Tarif Apple

Lufthi Anggraeni 03 Desember 2018 13:28 WIB
apple
Kesepakatan AS dan Tiongkok Tangguhkan Aturan Tarif Apple
Presiden Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan pengenaan pajak baru.
Jakarta: Pekan lalu, Presiden Donald Trump menyampaikan kepada Wall Street Journal bahwa dirinya tengah mempertimbangkan untuk secara paksa mengenakan tarif pada ponsel yang diimpor dari Tiongkok ke Amerika Serikat, termasuk Apple iPhone.

Wall Street Journal juga menyebut bahwa konsumen di Amerika Serikat akan dibebankan secara finansial sebesar 10 persen dari tarif yang dikenakan untuk iPhone.

Sementara itu, Business Insider menyebut, akhir pekan ini Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping menyampaikan pengumuman baru.


Kedua kepala negara tersebut mengumumkan gencatan senjata selama 90 hari terkait dengan pembebanan tarif baru tersebut.

Hal ini berarti, Amerika Serikat akan menangguhkan dana perpajakan sebesar USD200 miliar (Rp2.848 triliun) dari impor asal Tiongkok yang diperkirakan akan diberlakukan secara efektif mulai tanggal 1 Januari 2019.

Namun grup produk yang akan dibebankan biaya pajak tersebut tidak termasuk iPhone, Apple Watch atau AirPods. Produk ini menjadi bagian dari grup senilai USD267 miliar (Rp3.802 triliun) terkait impor tambahan dari Tiongkok, yang tengah Trump pertimbangkan untuk juga dikenakan pajak.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Tiongkok setuju untuk menurunkan angka perdagangan negara yang berlebih dengan pihak Amerika Serikat.

Penurunan ini dikabarkan akan dilakukan dengan membeli sejumlah produk dalam jumlah besar namun belum disepakati, dari bidang termasuk agrikultur, energi, dan industrial, dan produk lainnya.

Apabila kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok belum tercapai dalam kurun waktu 90 hari, tarif pajak dengan nilai awal USD200 miliiar Rp2.848 triliun) dan pajak tambahan senilai USD267 (Rp3.802 triliun) miliar yang berdampak pada produk Apple akan diberlakukan sesuai rencana awal.



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.