Mengutip Apple Insider, produk yang dimaksud adalah iPad lipat berukuran sangat besar, dengan layar sekitar 20 inci. Perangkat ini disebut telah lama dikembangkan secara internal sebagai eksperimen teknologi, bahkan menjadi salah satu fokus utama Ternus saat masih menjabat sebagai kepala divisi hardware di Apple.
Kendati terdengar menjanjikan, laporan tersebut menyebut bahwa perangkat ini menghadapi berbagai tantangan besar, terutama dari sisi teknis dan biaya produksi. Ukuran layar yang sangat besar membuat kompleksitas desain meningkat, sementara harga jualnya diperkirakan akan sangat tinggi jika benar-benar dirilis ke publik.
Selain itu, belum ada kepastian mengenai posisi produk ini di pasar. iPad lipat berukuran jumbo tersebut dinilai belum memiliki skenario penggunaan yang jelas bagi konsumen umum, sehingga berisiko menjadi proyek eksperimental tanpa arah komersial kuat.
Situasi ini mencerminkan pendekatan Apple yang selama ini dikenal berhati-hati dalam merilis produk baru. Perusahaan cenderung menahan peluncuran hingga teknologi benar-benar matang dan siap digunakan secara luas, bahkan jika itu berarti beberapa proyek tidak pernah dirilis sama sekali.
Dalam konteks kepemimpinan baru, keputusan Ternus untuk memprioritaskan proyek seperti ini juga menunjukkan fokusnya pada inovasi hardware. Namun, di saat yang sama, langkah tersebut memunculkan pertanyaan mengenai prioritas Apple ke depan, terutama ketika perusahaan masih menghadapi tekanan untuk mengejar ketertinggalan di bidang kecerdasan buatan (AI).
Sebagai CEO baru, Ternus kini dihadapkan pada dilema antara melanjutkan eksperimen ambisius seperti iPad lipat raksasa atau mengalihkan fokus ke produk lebih realistis dan siap dipasarkan dalam waktu dekat.
Secara keseluruhan, meskipun proyek ini menunjukkan ambisi besar Apple dalam mengeksplorasi form factor baru, peluangnya untuk benar-benar hadir di pasar masih sangat tidak pasti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News