Ilustrasi: Akamai
Ilustrasi: Akamai

Akamai Perluas Ekspansi AI di Asia Pasifik, Cetak Pendapatan USD1 Miliar

Mohamad Mamduh • 11 Juni 2026 21:14
Ringkasnya gini..
  • Akamai kini mempertajam fokus untuk mendukung implementasi AI melalui proses inferensi di edge.
  • Dengan memindahkan proses inferensi ke edge, Akamai menawarkan platform yang memungkinkan penerapan AI secara instan dan aman.
  • Pada fase pertumbuhan ini, Akamai berkomitmen untuk membuka potensi AI dari pusat data tradisional.
Jakarta: Akamai Technologies mengumumkan dimulainya fase pertumbuhan baru di kawasan Asia Pasifik (APAC) yang berfokus pada integrasi kecerdasan buatan (AI) langsung ke infrastruktur perusahaan. Langkah strategis ini menyusul keberhasilan perusahaan mencatatkan pendapatan tahunan melampaui USD1 miliar di wilayah tersebut pada tahun 2025.
 
Di bawah kepemimpinan Sean Li, Senior Vice President of Sales dan Managing Director APAC yang baru, Akamai kini mempertajam fokus untuk mendukung implementasi AI melalui proses inferensi di edge. Strategi ini dirancang untuk memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan dengan mendekatkan proses komputasi kepada pengguna akhir demi meningkatkan kecepatan dan efisiensi.
 
Sean Li menyatakan bahwa kawasan Asia Pasifik telah beranjak dari tahap eksperimen menuju tahap eksekusi AI. Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah memastikan AI berfungsi optimal dalam lingkungan nyata ketika latensi, skalabilitas, dan keandalan sangat memengaruhi pengalaman pelanggan serta pendapatan perusahaan.

Dengan memindahkan proses inferensi ke edge, Akamai menawarkan platform yang memungkinkan penerapan AI secara instan dan aman dalam skala yang melampaui kemampuan cloud terpusat.
 
Transisi ini menandai pergeseran industri dari model pelatihan terpusat menuju inferensi terdistribusi. Dengan memanfaatkan salah satu platform cloud paling terdistribusi di dunia, Akamai mendekatkan beban kerja berbasis GPU kepada pengguna. Hal ini memungkinkan kehadiran pengalaman AI secara real-time, seperti pada mesin rekomendasi, intelijen video langsung, kendaraan otonom, hingga agen pendukung otomatis.
 
Kawasan Asia Pasifik sendiri menunjukkan dinamika yang beragam yang justru memacu inovasi infrastruktur. Pasar matang seperti Jepang dan Australia mulai mengadopsi infrastruktur terkelola untuk performa yang lebih stabil.
 
Sementara itu, ekonomi yang berkembang pesat seperti India, Tiongkok, dan Asia Tenggara mulai melahirkan generasi perusahaan AI-native yang mengutamakan skala dan kecepatan.
 
Pada fase pertumbuhan ini, Akamai berkomitmen untuk membuka potensi AI dari pusat data tradisional dengan menanamkan keamanan serta perlindungan aplikasi langsung ke dalam infrastruktur.
 
"Saat AI mentransformasi cara bisnis beroperasi, Akamai merancang infrastruktur cerdas yang dibutuhkan untuk membantu perusahaan membangun sistem yang mampu bekerja dalam kondisi dunia nyata," pungkas Li.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA