Kebocoran data Fore Coffee berdampak pada hingga 5,7 juta akun.
Kebocoran data Fore Coffee berdampak pada hingga 5,7 juta akun.

5,7 Juta Akun Fore Coffee Terdampak Kebocoran Data, Ini Tanggapan dan Solusinya

Cahyandaru Kuncorojati • 29 Oktober 2026 19:54
Ringkasnya gini..
  • Kebocoran data Fore Coffee berpotensi berdampak pada sekitar 5,7 juta akun, termasuk nama, kontak, alamat, dan riwayat pembelian.
  • Fore Coffee meminta pelanggan mengganti PIN. Data pembayaran disebut tidak terdampak karena disimpan di platform terpisah.
  • Pelanggan perlu mewaspadai phishing, tidak membagikan PIN atau OTP, dan menghubungi privacy@fore.coffee jika membutuhkan bantuan.
Jakarta: PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE), pengelola jaringan Fore Coffee, mengonfirmasi insiden akses tanpa izin yang berpotensi berdampak pada data hingga sekitar 5,7 juta akun pelanggan. Perusahaan meminta pelanggan segera mengganti PIN aplikasi untuk mengurangi risiko penyalahgunaan akun.

Insiden tersebut terjadi pada salah satu platform yang digunakan perusahaan untuk mengelola data pelanggan. Berdasarkan investigasi awal, pihak yang tidak berwenang berhasil mengakses sebagian informasi pelanggan. Fore Coffee menyatakan telah menghentikan akses tersebut dan mengamankan sistem terkait dalam waktu 24 jam setelah aktivitas mencurigakan teridentifikasi.

Meski perusahaan mengaku belum menemukan indikasi penyalahgunaan data, investigasi forensik masih berlangsung. Artinya, belum adanya indikasi penyalahgunaan bukan berarti risiko terhadap pelanggan sepenuhnya dapat diabaikan.
 

Data Pelanggan Apa Saja yang Berpotensi Bocor?

Jenis informasi yang terdampak tidak sama untuk setiap pelanggan. Data yang berpotensi diakses mencakup nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, jenis kelamin, alamat yang terdaftar di aplikasi Fore, PIN dalam bentuk hash, serta riwayat pembelian.

PIN yang di-hash telah diproses menjadi representasi digital, bukan disimpan sebagai teks biasa. Namun, penyimpanan dengan metode tersebut tidak otomatis menghilangkan seluruh risiko. Karena itu, mengganti PIN tetap menjadi langkah pencegahan yang relevan, terutama jika pelanggan menggunakan kombinasi yang sama di layanan lain.

Fore Coffee menegaskan bahwa aplikasi mereka tidak pernah meminta atau menyimpan Nomor Induk Kependudukan (NIK) maupun foto KTP. Informasi pembayaran, termasuk detail kartu kredit dan debit, juga disebut tidak terdampak karena disimpan di platform terpisah.

CEO PT Fore Kopi Indonesia Tbk, Vico Lomar, menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan yang terdampak.

“Kami memahami kekhawatiran yang ditimbulkan oleh kejadian ini dan dengan tulus meminta maaf kepada pelanggan yang terdampak. Melindungi data pelanggan merupakan tanggung jawab kami,” ujar Vico.
 

Pelanggan Diminta Segera Mengganti PIN Fore Coffee

Fore Coffee mulai menghubungi pelanggan terdampak secara langsung. Perusahaan meminta mereka mengganti PIN akun, termasuk membuat PIN apabila sebelumnya belum mengaktifkan fitur tersebut.

Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan pelanggan:
-Ganti PIN aplikasi Fore. Jangan menunda perubahan PIN, terutama setelah menerima pemberitahuan dari perusahaan.

-Periksa penggunaan PIN yang sama. Jika PIN tersebut juga digunakan pada layanan lain, ganti PIN di layanan terkait.

-Jangan membagikan kode OTP. Fore Coffee tidak meminta pelanggan memberikan PIN atau kode OTP kepada pihak lain melalui pesan maupun telepon.

-Waspadai pesan mencurigakan. Email, SMS, telepon, atau WhatsApp yang mengatasnamakan Fore Coffee dapat dimanfaatkan untuk menjalankan penipuan dengan memanfaatkan informasi pribadi pelanggan.

Data seperti nama, nomor telepon, dan riwayat pembelian dapat membantu pelaku membuat pesan yang terasa lebih personal. Karena itu, pesan yang menyebut nama atau aktivitas transaksi pelanggan belum tentu berasal dari perusahaan yang sah.

Fore Coffee juga telah menerapkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk proses login melalui perangkat baru. Fitur ini menambahkan lapisan verifikasi saat akun diakses dari perangkat yang belum dikenali.
 

Fore Coffee Tunjuk Konsultan Keamanan Siber

Perusahaan menyatakan telah melakukan pengujian keamanan, menangani kerentanan yang ditemukan, memperbarui platform terkait ke versi terbaru, serta menambahkan langkah pengamanan.

Untuk menelusuri insiden secara lebih menyeluruh, Fore Coffee menunjuk konsultan keamanan siber independen guna melakukan investigasi forensik terhadap aplikasi, platform terkait, dan sistem teknologi informasi lain yang relevan.

Insiden tersebut juga telah dilaporkan kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Perusahaan menyatakan akan berkoordinasi dengan otoritas terkait dan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah hasil investigasi diverifikasi.


 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA