Ilustrasi: Meta
Ilustrasi: Meta

Dorong Pertumbuhan Bisnis Lewat Integrasi AI, Kreator, dan Social Commerce

Mohamad Mamduh • 19 Agustus 2026 12:02
Ringkasnya gini..
  • tTngkat kepercayaan masyarakat terhadap rekomendasi dan ulasan produk dari kreator tercatat sebagai yang tertinggi di dunia.
  • Kolaborasi global dengan aparat penegak hukum, lebih dari 1 juta aset daring ilegal berhasil ditindak.
  • Meta berharap dapat memberikan peluang yang sama bagi pengusaha perorangan, UMKM, hingga pengiklan skala besar untuk mengoptimalkan konversi.
Jakarta: Meta mengungkap strategi dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI), ekosistem kreator, dan fitur perdagangan untuk mendorong pertumbuhan bisnis di kawasan Asia Pasifik. Langkah ini diambil guna merespons karakteristik unik pasar Asia Pasifik, dengan media sosial kini telah menjadi pusat utama bagi konsumen dalam menemukan produk baru.
 
Benjamin Joe, Vice President Meta Asia Pacific, menekankan bahwa adopsi AI telah menjadi infrastruktur operasional yang krusial. Pelaku bisnis kini tidak lagi berspekulasi mengenai potensi AI. Fokusnya adalah seberapa cepat mereka dapat mengintegrasikan teknologi ini ke dalam perencanaan kampanye, pembuatan konten, hingga layanan pelanggan.
 
"Kami tidak sekadar membangun koleksi produk, namun kami membangun sebuah ekosistem terintegrasi yang membantu pengguna menemukan produk dan layanan dalam keseharian mereka," ujar Benjamin Joe. Ekosistem ini menghubungkan setiap tahapan belanja konsumen secara mulus, mulai dari penemuan produk lewat livestream atau rekomendasi kreator, hingga proses tanya jawab dan transaksi langsung melalui fitur chat.

Riset eksternal menunjukkan bahwa 50% konsumen di Asia Pasifik terbiasa menemukan dan membeli produk melalui media sosial, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata konsumen global yang berada di angka 37%. Selain itu, tingkat kepercayaan masyarakat di kawasan ini terhadap rekomendasi dan ulasan produk dari kreator tercatat sebagai yang tertinggi di dunia, unggul 6 poin dibanding wilayah lain.
 
Guna memaksimalkan potensi tersebut, Meta memperluas program affiliate di Asia Pasifik dengan menggandeng sejumlah mitra ritel besar seperti Shopee untuk Facebook dan Instagram, Lazada di Asia Tenggara, serta Flipkart dan Myntra di India.
 
Program ini terbukti sangat produktif, dengan lebih dari 10 juta kreator di Asia Pasifik telah menghubungkan akun mereka, menghasilkan komisi lebih dari USD24 juta dalam sebulan terakhir melalui unggahan affiliate, termasuk format Reels. Kreator juga kini dapat langsung menyematkan tag produk pada unggahan mereka untuk transparansi dan kemudahan akses.
 
Dari sisi operasional bisnis, Meta menghadirkan Business Agent, sebuah agen AI yang dapat dikonfigurasi dalam hitungan menit untuk melayani layanan pelanggan otomatis selama 24 jam sehari. Agen AI ini telah diadopsi oleh 1 juta bisnis secara global melalui WhatsApp dan Messenger, dan direncanakan segera hadir di Instagram. Di samping itu, sekitar 9 juta usaha kecil telah memanfaatkan tools kreatif berbasis AI generatif dari Meta untuk memproduksi iklan.
 
Selain bisnis, Meta juga berkomitmen menjaga keamanan ekosistem. Sepanjang tahun lalu, Meta berhasil menghapus lebih dari 159 juta iklan penipuan dan menonaktifkan 10,9 juta akun yang terhubung dengan sindikat penipuan di Facebook dan Instagram. Melalui kolaborasi global dengan aparat penegak hukum seperti US Department of Justice dan Royal Thai Police, lebih dari 1 juta aset daring ilegal berhasil ditindak.
 
Melalui kesetaraan akses terhadap tools AI, Meta berharap dapat memberikan peluang yang sama bagi pengusaha perorangan, UMKM, hingga pengiklan skala besar untuk mengoptimalkan konversi dan memperluas jangkauan bisnis mereka di masa depan.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA