Ilustrasi: NTT Data
Ilustrasi: NTT Data

NTT Data dan Palo Alto Networks Targetkan Bisnis Rp15 Triliun, Fokus Transformasi AI

Mohamad Mamduh • 01 September 2026 17:05
Ringkasnya gini..
  • Fokus awal dari aliansi ini akan diarahkan untuk menjawab tantangan keamanan kritis di industri yang memiliki regulasi ketat.
  • Selanjutnya, penerapan Zero Trust & SASE akan mengamankan Data dan pengguna di seluruh permukaan serangan dengan deteksi ancaman berbasis AI.
  • Terakhir, dilakukan Modernisasi Firewall untuk mengurangi kompleksitas sistem lama guna memperkuat keamanan perusahaan.
Jakarta: Dua raksasa teknologi dunia, NTT Data dan Palo Alto Networks, resmi mengumumkan penanDatanganan aliansi strategis multi-tahun yang ambisius. Kolaborasi berskala global ini dirancang khusus untuk membantu berbagai organisasi di seluruh dunia dalam mengadopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) secara aman, memodernisasi sistem keamanan siber, serta membangun ketahanan digital yang kokoh di era transformasi kecerdasan buatan saat ini.

Sebagai kerja sama pionir yang mempertemukan inovasi keamanan berbasis AI dari Palo Alto Networks dengan layanan konsultasi serta manajemen terkelola dari NTT Data, perjanjian ini menargetkan nilai bisnis bersama yang sangat fantastis, yakni mencapai USD1 miliar pada akhir tahun 2029. Langkah strategis ini juga menjadi aliansi pertama Palo Alto Networks dengan integrator sistem global dalam skala dan bentuk seperti ini.

Latar belakang pembentukan aliansi ini didorong oleh pesatnya perkembangan teknologi Frontier AI yang di satu sisi mendefinisikan ulang lanskap bisnis, namun di sisi lain juga mengubah peta ancaman siber dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Melalui integrasi ini, para klien nantinya akan mendapatkan pendekatan terpadu yang mencakup strategi keamanan siber, implementasi, hingga layanan terkelola yang mulus.

Kerja sama ini didukung penuh oleh investasi bersama, penempatan Forward Deployed Engineers, serta lebih dari 2.000 tenaga ahli bersertifikasi Palo Alto Networks yang terintegrasi dengan jaringan global NTT Data yang diperkuat oleh 7.500 profesional keamanan siber di seluruh dunia. Keunggulan ini memungkinkan para klien mendapatkan akses awal ke fitur-fitur platform terbaru demi mempercepat penyediaan solusi.

Fokus awal dari aliansi ini akan diarahkan untuk menjawab tantangan keamanan kritis di industri yang memiliki regulasi ketat, seperti layanan kesehatan, keuangan, manufaktur, dan sektor publik. Solusi tersebut diwujudkan melalui enam area transformasi strategis yang dihadirkan secara komprehensif.

Melalui Autonomous SOC, aliansi ini memodernisasi pusat operasi keamanan menggunakan Agentic AI untuk mendeteksi dan merespons ancaman secepat mesin. Dari sisi Tata Kelola AI, tersedia manajemen risiko terintegrasi di seluruh siklus hidup AI demi meningkatkan transparansi dan kontrol. Keamanan Identitas juga diperketat untuk melindungi identitas manusia, mesin, hingga agen AI lewat Identity Security Framework.

Selanjutnya, penerapan Zero Trust & SASE akan mengamankan Data dan pengguna di seluruh permukaan serangan dengan deteksi ancaman berbasis AI. Untuk pengelolaan infrastruktur, pilar Cloud yang Tangguh dihadirkan guna meningkatkan visibilitas dan kepatuhan otonom di lingkungan multi-cloud. Terakhir, dilakukan Modernisasi Firewall untuk mengurangi kompleksitas sistem lama guna memperkuat keamanan perusahaan.

Nikesh Arora, Chairman dan CEO Palo Alto Networks, menekankan bahwa kolaborasi mendalam ini sangat krusial untuk membantu perusahaan mengeliminasi kompleksitas sistem lama tanpa mengorbankan aspek keamanan.

Senada dengan hal tersebut, Abhijit Dubey, CEO NTT Data, Inc., menyatakan bahwa perpaduan kapabilitas kedua perusahaan akan membantu klien mempercepat adopsi AI secara aman sekaligus berada selangkah lebih maju dari ancaman yang terus berevolusi.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA