Penipuan iPhone 18
Penipuan iPhone 18

Waspada! Penipuan iPhone 18 Muncul Lewat Toko Online Palsu

Mohamad Mamduh • 25 September 2026 15:06
Ringkasnya gini..
  • Kaspersky mengungkap situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan diskon hingga 25 persen.
  • Penipu memanfaatkan pre-order iPhone 18 Pro untuk mencuri data pribadi dan informasi perbankan.
  • Pengguna disarankan membeli dari toko resmi serta memeriksa keaslian situs sebelum bertransaksi.

Jakarta: Peluncuran seri iPhone 18 menjadi momen yang dinantikan oleh para penggemar perangkat Apple. Namun, tingginya minat terhadap smartphone terbaru ini ternyata turut dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk menjalankan aksi penipuan melalui situs belanja online.

Kaspersky mengungkap sejumlah situs web palsu yang menawarkan pembelian iPhone 18 dengan promo menggiurkan. Platform tersebut dirancang menyerupai toko sungguhan agar calon pembeli percaya, lalu menyerahkan data pribadi maupun uang kepada pelaku. Temuan situs penipuan ini mencakup berbagai bahasa, seperti Inggris, Arab, dan Portugis.


Diskon Fiktif hingga Pre-Order iPhone 18 Pro Jadi Modus
Penipuan


Salah satu situs yang ditemukan Kaspersky menampilkan penawaran pembelian iPhone 18 dengan potongan harga sebesar 25 persen. Halaman tersebut juga menyertakan informasi spesifikasi perangkat dan menyediakan Bitcoin sebagai salah satu metode pembayaran.

Tampilan situs yang dibuat seolah-olah profesional dapat membuat pengunjung lengah. Pengguna kemudian diarahkan untuk memasukkan informasi pribadi dan melakukan transfer dana. Alih-alih memperoleh perangkat yang dijanjikan, korban justru berpotensi mengalami kerugian finansial.

Modus lainnya ditemukan pada situs yang menyasar pengguna di Brasil. Situs tersebut menggunakan bahasa Portugis dan menampilkan harga dalam mata uang real Brasil. Pengunjung ditawari pre-order iPhone 18 Pro dengan sejumlah pilihan warna dan kapasitas penyimpanan.

Yang perlu diwaspadai, beberapa pilihan warna yang ditampilkan bahkan berbeda dari varian yang diumumkan secara resmi saat peluncuran. Situs tersebut juga menawarkan skema pembayaran yang tidak harus dilunasi sejak awal serta menjanjikan pengembalian dana penuh apabila pesanan dibatalkan.

Klaim tersebut menjadi salah satu daya tarik yang digunakan untuk meyakinkan calon pembeli. Padahal, penawaran seperti ini dapat menjadi indikasi adanya upaya penipuan.

Setelah pengguna tertarik, proses berikutnya beralih pada pengumpulan informasi pribadi. Data yang diminta mencakup nama lengkap, nomor telepon, alamat email, kota tempat tinggal, hingga kontak WhatsApp.

Informasi tersebut dapat disalahgunakan untuk menjalankan rekayasa sosial. Korban juga diarahkan untuk memasukkan detail kartu bank, sehingga data pembayaran berpotensi dicuri dan dana di rekening dapat terancam.


Kaspersky Bagikan Cara Menghindari Penipuan Online


Olga Altukhova, Senior Web Content Analyst di Kaspersky, menjelaskan bahwa penawaran penipuan sering muncul bersamaan dengan peluncuran perangkat populer. Menurutnya, antusiasme konsumen dapat dimanfaatkan penjahat siber untuk meningkatkan peluang mendapatkan keuntungan.

Kaspersky mengimbau pengguna untuk selalu berbelanja melalui toko resmi dan terpercaya. Sebelum melakukan transaksi, pastikan alamat situs yang dikunjungi benar dan periksa kembali ejaan URL maupun nama organisasi agar tidak terjebak halaman palsu.

Pengguna juga disarankan untuk melindungi informasi pembayaran dengan memanfaatkan kartu virtual khusus atau layanan pembayaran yang dirancang untuk transaksi online. Langkah ini dapat membantu mengurangi risiko kebocoran data kartu kredit maupun rekening bank.

Selain itu, penggunaan solusi keamanan yang mampu mendeteksi dan memblokir tautan phishing dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan. Kaspersky turut mengembangkan teknologi perlindungan penipuan berbasis AI yang menggabungkan pembelajaran mesin anti-phishing, pemantauan perilaku secara real-time, serta pemeriksaan kebocoran data dan pencurian identitas.

Untuk meningkatkan keamanan akun, aktifkan autentikasi multi-faktor (2FA), terutama pada akun ID dan aplikasi keuangan. Pengguna juga perlu memeriksa riwayat transaksi secara rutin guna mendeteksi aktivitas yang tidak sah sedini mungkin.

Menjelang penjualan iPhone 18, kewaspadaan menjadi hal penting bagi pengguna yang ingin membeli perangkat baru. Memastikan keaslian toko, meneliti penawaran, dan menjaga kerahasiaan informasi pribadi dapat membantu mengurangi risiko menjadi korban penipuan online.

(Zalsabila Natasya)



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA