Riset Surfshark menemukan aplikasi Meta paling banyak mencantumkan kategori data pengguna, disusul Google, Amazon, Microsoft, dan Apple.
Riset Surfshark menemukan aplikasi Meta paling banyak mencantumkan kategori data pengguna, disusul Google, Amazon, Microsoft, dan Apple.

Aplikasi Meta Paling Banyak Kumpulkan Data

Lufthi Anggraeni • 21 Agustus 2026 14:06
Ringkasnya gini..
  • Riset Surfshark menempatkan aplikasi Meta sebagai pengumpul jenis data pengguna terbanyak.
  • Google berada di posisi kedua dengan rata-rata 17 kategori data per aplikasi.
  • Studi ini mengukur jenis data, bukan jumlah atau frekuensi data yang dikumpulkan.
Jakarta: Aplikasi milik Meta tercatat sebagai kelompok aplikasi yang mengumpulkan jenis data pengguna paling banyak dibandingkan dengan aplikasi dari raksasa teknologi lain. Temuan tersebut berasal dari riset terbaru Surfshark terhadap 171 aplikasi iOS milik Meta, Google, Amazon, Microsoft, dan Apple.
 
Riset tersebut mengukur jumlah kategori data yang dinyatakan dapat dikumpulkan oleh sebuah aplikasi berdasarkan informasi privasi di Apple App Store. Artinya, penelitian tidak menghitung volume data atau seberapa sering data dikumpulkan. 
 
Hasil tersebut juga tidak berarti setiap kategori data pasti dikumpulkan dari seluruh pengguna aplikasi.

Meta Berada di Posisi Teratas

Dalam penelitian Surfshark, aplikasi Meta rata-rata mencantumkan pengumpulan 25 dari 25 jenis data yang dianalisis. Angka tersebut sekitar tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan rata-rata aplikasi milik Apple dan Microsoft.

Beberapa aplikasi Meta dalam penelitian tersebut mencakup Facebook, Messenger, Meta AI, Meta Horizon, Meta Ads Manager, Meta Business Suite, dan Forum. Beragam kategori data tercantum dalam deklarasi privasi aplikasi, termasuk ID perangkat, interaksi pengguna dengan produk, informasi performa, data crash, lokasi presisi, serta riwayat pencarian.
 
Temuan itu memperlihatkan luasnya jenis informasi yang dapat dikaitkan dengan aktivitas pengguna dalam ekosistem aplikasi Meta. Namun, angka tersebut perlu dibaca sesuai metodologi penelitian. Status kategori sebagai data yang dapat dikumpulkan tidak secara otomatis menunjukkan bahwa seluruh pengguna memberikan data tersebut kepada Meta.
 
Surfshark juga mencatat bahwa seluruh aplikasi Meta dalam sampel menyatakan dapat mengumpulkan ID perangkat, interaksi produk, informasi performa, serta data crash. Sembilan aplikasi mencantumkan pengumpulan lokasi presisi, sementara tujuh aplikasi mencantumkan riwayat penelusuran.
 
Dengan banyaknya aplikasi Meta yang digunakan untuk berbagai kebutuhan, dari jejaring sosial hingga komunikasi dan layanan berbasis AI, variasi data dalam deklarasi privasi menjadi perhatian dalam penelitian tersebut.
 
Aplikasi Meta Paling Banyak Kumpulkan Data

Google Tempati Peringkat Kedua

Google berada di posisi kedua dalam perbandingan berdasarkan rata-rata jenis data yang dikumpulkan aplikasi. Aplikasi Google rata-rata mencantumkan 17 jenis data, lebih rendah dibandingkan dengan Meta, tetapi masih berada cukup jauh di atas Microsoft dan Apple.
 
Dari 40 aplikasi dengan deklarasi pengumpulan data paling luas, sebanyak 29 merupakan aplikasi Google. Jumlah tersebut perlu dilihat bersama ukuran sampel karena Google juga memiliki jumlah aplikasi terbanyak dalam penelitian, yaitu 44 aplikasi.
 
Menariknya, meskipun rata-rata Google berada di bawah Meta, aplikasi perusahaan tersebut menjadi kelompok dengan pengumpulan data paling tinggi dalam enam kategori App Store. Kategori tersebut meliputi Photo & Video, Music, Entertainment, Utilities, Health & Fitness, serta Developer Tools.
 
Temuan tersebut menunjukkan bahwa peringkat perusahaan secara keseluruhan tidak selalu menggambarkan pola pengumpulan data pada setiap jenis aplikasi. Jumlah data yang dicantumkan dapat berbeda bergantung pada fungsi serta kategori layanan.

Amazon, Microsoft, dan Apple

Amazon menempati posisi ketiga dengan rata-rata 12 jenis data per aplikasi. Salah satu aplikasi Amazon dengan deklarasi pengumpulan data paling luas adalah Amazon Alexa, yang tercatat mencantumkan 28 jenis data. 
 
Angka tersebut menjadikannya aplikasi non-Meta dengan jumlah kategori data tertinggi dalam penelitian. Sementara itu, Microsoft berada di peringkat keempat. Aplikasi perusahaan tersebut rata-rata mencantumkan delapan jenis data. 
 
Apple menempati posisi kelima dengan rata-rata tujuh jenis data per aplikasi. Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa praktik deklarasi privasi aplikasi di antara perusahaan teknologi besar memiliki cakupan berbeda. 
 
Namun, angka penelitian tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan secara langsung bahwa satu perusahaan menggunakan data pengguna lebih sering atau dalam volume lebih besar dibandingkan dengan perusahaan lain.
 
Surfshark secara khusus menekankan bahwa penelitian menghitung jumlah kategori data, bukan kuantitas informasi yang benar-benar dikumpulkan. Karena itu, aplikasi dengan jumlah kategori lebih tinggi tidak otomatis berarti mengumpulkan data dalam volume lebih besar.

Data Pengguna Jadi Perhatian Privasi

Hasil penelitian kembali menyoroti pentingnya memahami informasi privasi sebelum menggunakan aplikasi. Deklarasi pada App Store memberikan gambaran mengenai kategori data yang mungkin dikumpulkan, sehingga pengguna dapat mempertimbangkan informasi yang berpotensi diberikan kepada layanan.
 
Pemimpin riset Surfshark, Dr. Luis Costa, mengatakan perusahaan teknologi besar memiliki model bisnis yang sangat bergantung pada informasi pengguna. Costa menilai penggabungan berbagai jenis data dari banyak aplikasi dapat menghasilkan gambaran digital pengguna secara lebih terperinci.
 
Dalam konteks ini, data seperti riwayat penelusuran, kebiasaan berbelanja, lokasi, serta informasi dari interaksi pengguna dapat memiliki nilai tinggi untuk berbagai layanan digital. Namun, keberadaan kategori dalam deklarasi privasi tidak dengan sendirinya membuktikan data tersebut digunakan pada setiap kasus.
 
Bagi pengguna, hasil penelitian dapat menjadi pengingat untuk memeriksa izin aplikasi dan informasi privasi sebelum memberikan akses. Pengguna juga dapat meninjau kembali aplikasi yang terpasang serta mempertimbangkan seluruh izin diperlukan untuk menjalankan fungsi utama aplikasi.
 
Riset Surfshark pada akhirnya memberikan gambaran perbandingan tentang luas kategori data yang dinyatakan dapat dikumpulkan aplikasi dari lima perusahaan teknologi besar. Meta berada di posisi teratas, disusul Google, Amazon, Microsoft, dan Apple.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA