Ilustrasi. (KASPERSKY)
Ilustrasi. (KASPERSKY)

Putus Cinta Tak Selalu Putus Akses Digital, Kaspersky Bagikan Tips Lindungi Akun dan Privasi

Cahyandaru Kuncorojati • 27 Juli 2026 10:12
Ringkasnya gini..
  • Kaspersky mengingatkan putus hubungan tidak otomatis menghapus akses digital yang pernah dibagikan kepada pasangan.
  • Pengguna disarankan mengganti kata sandi, mengecek perangkat tepercaya, hingga memutus akses akun bersama.
  • Perusahaan juga mengimbau pengguna mewaspadai penguntitan digital dan memeriksa kembali pengaturan privasi.
Jakarta: Putusnya sebuah hubungan tidak selalu berarti seluruh akses digital antara dua orang ikut berakhir. Akun media sosial, layanan cloud, perangkat pintar, hingga metode pembayaran yang pernah digunakan bersama bisa saja masih saling terhubung apabila tidak diperiksa kembali.
 
Hal itu menjadi perhatian perusahaan keamanan siber Kaspersky. Menurut perusahaan, setelah hubungan berakhir, pengguna juga perlu memperhatikan aspek keamanan digital untuk mengurangi risiko pelacakan yang tidak diinginkan, kebocoran data pribadi, maupun akses mantan pasangan ke berbagai layanan digital.
 
Kaspersky menilai kebiasaan berbagi akun, penyimpanan cloud, langganan digital, hingga perangkat pintar kini menjadi bagian dari kehidupan banyak pasangan. Karena itu, meski perpisahan berlangsung baik, akses digital tetap perlu ditinjau kembali agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
 

Akses Digital Bisa Tetap Aktif Meski Hubungan Berakhir

Sebagai contoh, Kaspersky mengutip pengalaman konsultan hubungan Susan Winter mengenai seorang klien yang masih dapat dipantau aktivitasnya oleh mantan pasangan melalui akun OpenTable yang sebelumnya digunakan bersama.

Karena akses tersebut tidak pernah dicabut, mantan pasangan masih dapat melihat riwayat reservasi restoran, termasuk lokasi, waktu, hingga jumlah orang yang ikut dalam reservasi. Kondisi itu memicu rasa tidak nyaman dan membuat korban merasa terus diawasi.
 
Menurut Kaspersky, kasus serupa menunjukkan bahwa kebersihan digital (digital hygiene) perlu menjadi bagian dari proses setelah putus hubungan, sama pentingnya dengan memulihkan kondisi emosional.
 

Langkah yang Disarankan Setelah Putus Hubungan

Untuk mengurangi risiko penyalahgunaan akses digital, Kaspersky menyarankan pengguna melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap akun dan perangkat yang digunakan sehari-hari.
 
Beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain:
 
-Keluar dari seluruh sesi aktif pada media sosial, email, aplikasi perpesanan, dan layanan penting lainnya, kecuali perangkat yang sedang digunakan
 
-Mengganti kata sandi akun yang kemungkinan diketahui mantan pasangan, terutama jika menggunakan kata sandi yang sama di beberapa layanan
 
-Memastikan email dan nomor telepon untuk pemulihan akun sudah tidak lagi terhubung dengan mantan pasangan
 
-Meninjau kembali pengaturan autentikasi dua faktor (2FA) dan menghapus perangkat yang sebelumnya masuk dalam daftar perangkat tepercaya
 
-Memisahkan akun Apple atau Google yang digunakan bersama, termasuk menonaktifkan Family Sharing, iCloud, maupun album foto bersama
 
-Meninjau kembali langganan digital seperti layanan streaming atau paket keluarga dan memindahkan metode pembayaran ke akun pribadi
 
-Memeriksa kartu perbankan yang masih tersimpan pada akun marketplace, layanan transportasi, atau aplikasi lain yang pernah digunakan bersama
 
-Mencabut akses mantan pasangan terhadap perangkat rumah pintar seperti kamera keamanan, video doorbell, speaker pintar, maupun pelacak GPS
 
-Memeriksa kembali pengaturan privasi pada media sosial dan layanan digital yang digunakan.
 

Waspadai Tanda-Tanda Penguntitan Digital

Kaspersky juga mengingatkan pengguna untuk lebih waspada apabila menemukan indikasi penguntitan digital setelah hubungan berakhir.
 
Perusahaan menyarankan pengguna segera meminta bantuan keluarga, teman dekat, maupun organisasi bantuan hukum apabila merasa menjadi korban penguntitan atau pemantauan tanpa izin.
 
Bagi pengguna Android, Kaspersky menyebut rangkaian solusi keamanannya memiliki fitur Who's Spying on Me yang dirancang untuk membantu mendeteksi indikasi pelacakan digital.
 
Fitur tersebut meliputi kemampuan mendeteksi aplikasi stalkerware, memindai perangkat untuk menemukan pelacak, serta menampilkan aplikasi yang memiliki akses terhadap izin tertentu yang berpotensi digunakan untuk memata-matai pengguna.
 
Kaspersky menegaskan bahwa berakhirnya hubungan tidak secara otomatis mencabut seluruh akses digital yang pernah diberikan kepada pasangan.
 
Mereka menilai langkah sederhana seperti memperbarui kata sandi, meninjau ulang perangkat yang masih memiliki akses, hingga memeriksa pengaturan privasi dapat membantu mengurangi risiko keamanan digital setelah hubungan berakhir.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA