Fujitsu tengah berdiskusi untuk menjual divisi smartphone mereka.
Fujitsu tengah berdiskusi untuk menjual divisi smartphone mereka.

Fujitsu Berencana Jual Divisi Smartphone

Ellavie Ichlasa Amalia • 27 Januari 2018 08:15
Jakarta: Fujitsu menyebutkan bahwa mereka tengah berdiskusi dengan perusahaan manajemen investasi, Polaris Capital Group untuk menjual divisi perangkat mobile mereka. Fujitsu menjadi perusahaan asal Jepang terbaru yang memutuskan untuk mundur dari pasar smartphone, lapor Reuters
 
Jika divisi perangkat mobile Fujitsu memang berakhir dijual, maka itu berarti, hanya ada tiga perusahaan elektronik Jepang -- Sony, Sharp dan Kyocera -- yang masih bermain di pasar smartphone global yang didominasi oleh Apple, Samsung dan perusahaan-perusahaan Tiongkok yang menawarkan produk dengan harga lebih terjangkau. 
 
Kemungkinan, Polaris Capital yang bermarkas di Tokyo akan membeli saham di divisi smartphone mobile dan menjadi pemegang saham mayoritas. Saat ini, divisi mobile Fujitsu diperkirakan dihargai sekitar JPY40-50 miliar (Rp4,9-6,1 triliun), ungkap orang yang tahu tentang hal ini.

Sayangnya, jumlah saham yang akan berpindah tangan masih didiskusikan. Diperkirakan, perjanjian akan selesai pada akhir bulan, lapor Nikkei
 
Dalam sebuah pernyataan resmi, juru bicara Fujitsu mengatakan bahwa belum ada keputusan akhir yang diambil dan menolak untuk menyebutkan jumlah saham yang akan dibeli. 
 
Sekitar tahun 2000, ada lebih dari 10 perusahaan Jepang yang membuat flip phone, termasuk NEC Corp dan Toshiba. Namun, kebanyakan perusahaan itu memutuskan mundur dari pasar perangkat mobile. Alasannya karena cepatnya Apple dan Samsung mendominasi pasar. 
 
Perusahaan asal Jepang gagal untuk merebut hati masyarakat dunia karena sangat menggantungkan diri pada pasar di Jepang, yang membuat mereka enggan untuk mengubah ponsel mereka yang memang dibuat khusus untuk pasar Jepang.
 
Munculnya produsen komponen dengan harga murah seperti MediaTek juga memudahkan para pesaing dari Tiongkok masuk ke pasar Jepang. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA