Foto: Medcom/Alfa Mandalika
Foto: Medcom/Alfa Mandalika

Kaspersky Beberkan Tiga Segmen Potensi Besar di APAC

Alfa Mandalika • 05 Maret 2026 09:50
Ringkasnya gini..
  • Segmen yang terkait dengan digital dan perlindungan merek masih sangat berkembang.
  • Jika segmen IT masih menjadi segmen yang bisa bertumbuh. Hal itu terlihat dari permintaan untuk konvergensi IT.
  • Otomatisasi dan AI-driven menjadi penting. Jadi, tiga area ini kami melihat punya potensi besar di Asia.
Hong Kong: Kawasan Asia-Pasifik (APAC) menjadi pasar yang strategis buat Kaspersky. Ada sejumlah segmen spesifik yang menjadi pendorong utama pendapatan Kaspersky.
 
Adrian Hia, Managing Director Asia Pasifik Kaspersky mengungkapkan kepada Medcom.id, bahwa segmen yang terkait dengan digital dan perlindungan merek masih sangat berkembang.
 
"Saya pikir bagian dari threat intelligence, termasuk layanan ahli, perlindungan merek, jejak digital, bisnis analisis, saya pikir bagian bisnis ini akan terus tumbuh dengan baik," ujar Adrian kepada Medcom.id di Hotel Sheraton, Tsim Sha Tsui, Hong Kong, Selasa 3 Maret 2026.

"Bahkan di Frost Radar, kami telah dipandang sebagai pemimpin dalam menyediakan threat intelligence. Dan kembali apa yang kami bagikan, sebagian besar pelanggan merupakan pemerintah yang membeli threat intelligence dari kami. Jadi, dari sisi produk, saya pikir itu akan terus tumbuh sekarang dan 24 bulan ke depan," sambungnya.
 
Adrian juga menambahkan, jika segmen IT masih menjadi segmen yang bisa bertumbuh. Hal itu terlihat dari permintaan untuk konvergensi IT.
 
"Segmen lain adalah konvergensi IT dan OT yang saya sebutkan, diatur oleh SMOP (Open Single Management Platform). Kami melihat minat yang sangat tinggi pada keamanan OT. Semakin banyak pelanggan menyadari bahwa kerentanan mereka bukan di sisi IT korporat, karena mereka sudah banyak melakukan investasi di IT," jelas Adrian.
 
"Tetapi, Ketika mulai memikirkan perbedaan antara IoT dan OT, huruf I adalah internet. Jadi, apakah itu industry 4.0, industry 5.0, pabrik pintar, atau smart metering untuk distribusi listrik, semuanya terhubung internet. Begitu perangkat OT terhubung ke internet, keamanan menjadi perhatian utama," tutur Adrian.
 
"Selanjutnya, seperti yang disampaikan Inna, jika melihat Indonesia sebagai contoh, di mana 90 persen berasal dari UMKM. Kami juga melihat peningkatan besar bahwa UMKM mulai berinvestasi di keamanan siber. Tahun ini, kami meluncurkan produk baru XDR Optimum, yang dirancang khusus untuk pasar UMKM."
 
"Mungkin lebih tepat untuk perusahaan menengah dengan 300-800 karyawan, bukan sebesar bank atau perusahaan telko, tapi juga bukan toko kecil dengan karyawan 5-10 orang. Mereka butuh perlindungan siber, tetapi tidak punya tim IT besar. Di sinilah, otomatisasi dan AI-driven menjadi penting. Jadi, tiga area ini kami melihat punya potensi besar di Asia," papar Adrian.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA