Samsung mempertahankan peringkat kelima Best Global Brands 2026 versi Interbrand dengan nilai merek USD105,2 miliar selama tujuh tahun berturut-turut.
Samsung mempertahankan peringkat kelima Best Global Brands 2026 versi Interbrand dengan nilai merek USD105,2 miliar selama tujuh tahun berturut-turut.

Samsung Pertahankan Posisi Lima Besar Merek Global

Lufthi Anggraeni • 03 November 2026 16:31
Ringkasnya gini..
  • Samsung mempertahankan peringkat kelima Best Global Brands 2026 selama tujuh tahun berturut-turut dengan nilai USD105,2 miliar.
  • Investasi semikonduktor AI, produksi HBM4, dan peningkatan teknologi AI menjadi faktor pendukung pencapaian Samsung.
  • Samsung menjadi satu-satunya perusahaan asal Asia yang konsisten masuk lima besar merek global sejak tahun 2020.
Jakarta: Samsung Electronics kembali menempati peringkat kelima dalam daftar Best Global Brands 2026 yang dirilis perusahaan konsultan merek global Interbrand. Pencapaian ini menandai keberhasilan Samsung mempertahankan posisinya selama tujuh tahun berturut-turut, dengan nilai merek mencapai USD105,2 miliar (Rp1.910,4 triliun).

Samsung juga menjadi satu-satunya perusahaan asal Asia yang secara konsisten berada di lima besar merek global setiap tahun sejak tahun 2020. Pencapaian tersebut mencerminkan posisi Samsung di tengah persaingan industri teknologi global.

Sebagai informasi, penilaian Interbrand mempertimbangkan sejumlah aspek, termasuk kinerja keuangan, prospek pertumbuhan bisnis, pengaruh merek terhadap keputusan pembelian konsumen, serta daya saing perusahaan.

Dalam penilaian tahun ini, Samsung menyoroti tiga faktor utama yang mendukung pencapaiannya, yaitu rekor pendapatan yang didorong investasi strategis pada semikonduktor AI, peningkatan daya saing teknologi kecerdasan buatan (AI) di Divisi Device eXperience (DX), serta penguatan strategi merek yang berorientasi pada pelanggan melalui pendekatan One Samsung.

Ketiga faktor tersebut memperlihatkan upaya Samsung mengintegrasikan pengembangan teknologi dengan strategi bisnis dan pengalaman konsumen. Perusahaan asal Korea Selatan ini tidak hanya memperkuat posisinya di sektor komponen semikonduktor, tetapi juga memperluas penerapan AI pada berbagai kategori perangkat elektronik.
 
Samsung Electronics Best Global Brands 2026
 

Bisnis Semikonduktor AI Dorong Pertumbuhan Samsung

Salah satu faktor yang mendukung posisi Samsung dalam daftar Best Global Brands 2026 adalah pertumbuhan bisnis semikonduktor. Melalui Divisi Device Solutions (DS), perusahaan teknologi ini terus meningkatkan pasokan produk memori bernilai tinggi untuk memenuhi kebutuhan industri AI.

Peningkatan permintaan teknologi AI mendorong kebutuhan terhadap komponen memori yang mampu mendukung proses komputasi berperforma tinggi. Samsung merespons perkembangan tersebut melalui investasi strategis serta penguatan kemampuan produksi semikonduktor.

Samsung juga menyoroti pencapaiannya dalam produksi massal dan pengiriman komersial High Bandwidth Memory generasi keempat atau HBM4. Samsung menyatakan menjadi perusahaan pertama di industri yang mencapai tahap tersebut.

Sebagai informasi, HBM merupakan jenis memori yang digunakan untuk mendukung kebutuhan komputasi dengan bandwidth tinggi. Pengembangan teknologi ini menjadi bagian dari strategi Samsung dalam memperkuat daya saing bisnis semikonduktor seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur AI.

Selain memperluas pasokan produk memori bernilai tinggi, Samsung terus mengembangkan kemampuan teknologi melalui Divisi DS. Langkah tersebut diarahkan untuk mempertahankan daya saing perusahaan dalam industri semikonduktor global.

Investasi pada teknologi AI dan memori menjadi salah satu aspek yang diperhitungkan dalam penilaian merek Samsung tahun ini. Kinerja bisnis tersebut turut mendukung pengakuan terhadap posisi perusahaan sebagai salah satu merek paling bernilai di dunia.

Samsung Perluas Integrasi AI di Berbagai Perangkat

Selain bisnis semikonduktor, Samsung memperkuat daya saing melalui pengembangan teknologi AI pada Divisi Device eXperience (DX). Divisi tersebut berfokus pada pengembangan pengalaman penggunaan perangkat yang lebih personal dan terhubung. 

Penerapan teknologi AI tidak hanya dilakukan pada smartphone, tetapi juga mencakup televisi serta peralatan rumah tangga. Melalui pendekatan ini, Samsung berupaya menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Integrasi AI juga menjadi bagian dari pengembangan konektivitas lintas perangkat. Samsung ingin memungkinkan berbagai kategori produk dalam ekosistemnya bekerja secara lebih terhubung, sehingga pengguna dapat memperoleh pengalaman yang konsisten ketika menggunakan perangkat berbeda.

Strategi tersebut sejalan dengan pendekatan One Samsung yang menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai bagian penting dari pengembangan merek. Melalui pendekatan ini, Samsung menggabungkan pengembangan produk, inovasi teknologi, dan pengalaman pengguna untuk memperkuat daya saing merek dalam jangka panjang.
   

Galaxy Z Fold8 Perluas Daya Tarik Smartphone Lipat

Samsung juga menyoroti pengembangan lini smartphone lipat sebagai bagian dari upaya memperluas daya tarik produknya. Pada tahun 2026, perusahaan memperkenalkan Galaxy Z Fold8 sebagai generasi kedelapan dari keluarga smartphone lipat Galaxy. 

Perangkat tersebut hadir dengan desain baru yang menggunakan rasio layar 4:3. Perubahan rasio layar tersebut memberikan pendekatan berbeda terhadap pengalaman penggunaan perangkat lipat. Samsung menyatakan desain Galaxy Z Fold8 mendapatkan respons positif dari konsumen berusia lebih muda.

Menurut Samsung, desain tersebut turut memperluas daya tarik smartphone lipat kepada berbagai generasi pengguna. Kehadiran Galaxy Z Fold8 menjadi salah satu contoh pengembangan produk yang dilakukan Samsung untuk menyesuaikan perangkat dengan kebutuhan dan preferensi konsumen.

Selain pengembangan smartphone, Samsung terus memperluas portofolio perangkat elektronik melalui televisi, tablet, wearable, serta peralatan rumah tangga yang terhubung dalam ekosistem SmartThings.

Pendekatan ini mendukung strategi perusahaan untuk menghadirkan pengalaman penggunaan yang terintegrasi melalui berbagai kategori produk.

Interbrand Nilai Kinerja dan Daya Saing Merek

Dalam menyusun daftar Best Global Brands, Interbrand menggunakan sejumlah indikator untuk mengevaluasi nilai merek perusahaan secara menyeluruh. Penilaian mencakup kinerja dan prospek keuangan perusahaan, pengaruh merek terhadap keputusan pembelian konsumen, serta daya saing merek di pasar.

Interbrand juga mempertimbangkan aspek strategi, empati terhadap pelanggan, diferensiasi, keterlibatan pelanggan, konsistensi, dan kepercayaan. Melalui pendekatan tersebut, nilai merek tidak hanya ditentukan berdasarkan kinerja keuangan, tetapi juga kemampuan perusahaan membangun hubungan dengan konsumen serta mempertahankan daya saing dalam jangka panjang.

Bagi Samsung, pencapaian peringkat kelima selama tujuh tahun berturut-turut menunjukkan konsistensi posisi perusahaan dalam daftar merek global paling bernilai. Dengan nilai merek USD105,2 miliar (Rp1.910,4 triliun), Samsung mempertahankan posisinya sebagai satu-satunya perusahaan asal Asia yang terus berada di lima besar Best Global Brands sejak tahun 2020.

Penguatan bisnis semikonduktor AI, pengembangan pengalaman AI lintas perangkat, serta strategi One Samsung menjadi sejumlah faktor yang mendukung pencapaian tersebut dalam penilaian Interbrand 2026.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA