Foto: Pemaparan whitepaper Digital Sovereign AI and the Future of Trusted Banking oleh IBM dan Perbanas
Foto: Pemaparan whitepaper Digital Sovereign AI and the Future of Trusted Banking oleh IBM dan Perbanas

Perbankan Indonesia Prioritaskan Kedaulatan Digital dan Tata Kelola AI

Mohamad Mamduh • 02 November 2026 14:05
Ringkasnya gini..
  • Penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di sektor perbankan Indonesia mengalami peningkatan pesat.
  • 82%—menempatkan privasi data sebagai risiko AI yang paling perlu dikendalikan, berada di atas risiko keamanan siber (44%) dan risiko regulasi (41%).
  • Langkah industri ini berjalan seiring dengan penguatan kerangka regulasi nasional.
Jakarta: Berdasarkan riset terbaru yang dirilis oleh Perhimpunan Bank Nasional (PERBANAS) bersama IBM dan K&A melalui whitepaper bertajuk Digital Sovereign AI and the Future of Trusted Banking, sebanyak 73% bankir Indonesia menilai kedaulatan digital sangat relevan bagi agenda transformasi perbankan mereka dalam 12 hingga 24 bulan ke depan.

Penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di sektor perbankan Indonesia mengalami peningkatan pesat, mendorong pergeseran fokus industri dari sekadar kecepatan adopsi menuju tingkat keyakinan dalam mengelola serta memperluas penerapannya secara aman dan tepercaya.

Studi tersebut mengungkapkan bahwa kedaulatan digital dalam lanskap perbankan modern kini dimaknai secara lebih luas. Kedaulatan digital tidak lagi sebatas persoalan lokasi fisik penyimpanan data, melainkan mencakup kendali penuh atas data, teknologi AI, serta operasional krusial institusi keuangan.

Jajak pendapat interaktif menunjukkan bahwa 70% responden mendefinisikan kedaulatan digital sebagai kemampuan memegang kendali penuh atas data, sistem, dan teknologi. Kendali tersebut melingkupi lima aspek strategis: infrastruktur dan teknologi, data, siklus hidup model AI, aplikasi pengambilan keputusan, serta akuntabilitas tata kelola.

Meskipun tingkat relevansi kedaulatan digital mencatatkan skor tinggi sebesar 3,98 dari skala 5 (sekitar 80%), kematangan proses tata kelola AI di organisasi perbankan saat ini rata-rata baru berada pada angka 2,74 dari skala 5 (sekitar 55%).

Kesenjangan ini mencerminkan kebutuhan mendesak untuk memperkuat dokumentasi, validasi, pemantauan kinerja, dan pengawasan manusia seiring meluasnya implementasi AI. Menanggapi kondisi ini, PERBANAS menekankan pentingnya sinergi lintas pemangku kepentingan.

"Seiring meningkatnya adopsi AI, prioritas industri perbankan adalah membangun pemahaman bersama tentang penerapan kedaulatan digital dalam praktik," kata Toto Prasetio, Ketua Bidang Technology & Security PERBANAS.

"Keselarasan yang lebih kuat antara bank, regulator, asosiasi industri dan mitra teknologi akan berperan penting dalam membangun tata kelola serta kapabilitas yang dibutuhkan untuk mendukung adopsi AI yang bertanggung jawab dan tepercaya," tambahnya.

Dari sisi mitigasi risiko, mayoritas responden—yakni sebanyak 82%—menempatkan privasi data sebagai risiko AI yang paling perlu dikendalikan, berada di atas risiko keamanan siber (44%) dan risiko regulasi (41%). Selain itu, transparansi keputusan AI (explainability) dan keterauditan (auditability) menjadi perhatian mendasar bagi perbankan. Dalam hal kesiapan sumber daya manusia, pelatihan tata kelola AI menjadi prioritas utama pengembangan kapabilitas, dipilih oleh 66 dari 91 responden yang disurvei.

Langkah industri ini berjalan seiring dengan penguatan kerangka regulasi nasional, seperti diterbitkannya panduan tata kelola AI perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2025 serta PADK OJK No. 1/2026 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi oleh Bank Umum. Pemimpin industri teknologi menegaskan komitmennya untuk mendukung transformasi digital yang tepercaya.

"AI dengan cepat menjadi pilar utama perbankan modern dan digunakan dalam berbagai fungsi penting, mulai dari interaksi dengan nasabah dan pencegahan fraud hingga pengambilan keputusan," kata Catherine Lian, General Manager IBM ASEAN.

"Seiring meningkatnya adopsi AI, semakin penting untuk membantu bank berinovasi secara bertanggung jawab sambil menjaga kedaulatan digital, yaitu transparansi dan kendali atas sistem, data dan proses yang paling penting. Melalui investasi berkelanjutan dalam AI, hybrid cloud, keamanan dan kapabilitas teknologi yang mendukung kedaulatan digital, IBM berkomitmen membantu bank menjadi institusi yang tepercaya dan siap menghadapi masa depan di era AI," tambahnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA