Ilustrasi: Google Cloud
Ilustrasi: Google Cloud

Industri Semikonduktor, Pusaran Utama Spionase Siber Global

Mohamad Mamduh • 18 Februari 2026 19:06
Ringkasnya gini..
  • Laporan tersebut menyoroti bagaimana kelompok-kelompok peretas yang didukung negara, khususnya yang terkait dengan China.
  • Kawasan Asia—khususnya pusat-pusat manufaktur di Taiwan dan Korea Selatan—mengalami lonjakan aktivitas serangan yang signifikan.
  • Kehilangan kekayaan intelektual di sektor ini bukan hanya kerugian finansial, tetapi juga keunggulan strategis di panggung dunia.
Jakarta: Perebutan supremasi teknologi global telah mencapai titik didih baru. Laporan Cybersecurity Forecast 2026 dari Google Cloud Security mengungkapkan bahwa sektor semikonduktor kini berada di posisi teratas dalam daftar target spionase negara (nation-state actors).
 
Di tengah pembatasan ekspor yang ketat dan ambisi kemandirian teknologi, infrastruktur penelitian dan manufaktur chip dunia kini menghadapi pengepungan digital yang belum pernah terjadi sebelumnya.
 
Laporan tersebut menyoroti bagaimana kelompok-kelompok peretas yang didukung negara, khususnya yang terkait dengan China, telah mengalihkan fokus besar-besaran mereka untuk mencuri kekayaan intelektual (IP) terkait desain chip, proses litografi, hingga formula material canggih.

Bagi banyak negara, kemampuan memproduksi semikonduktor bukan sekadar masalah ekonomi, melainkan kedaulatan nasional. Laporan mencatat bahwa aktor ancaman siber kini bekerja dengan presisi tinggi untuk mendukung rencana pembangunan ekonomi jangka panjang negara mereka. Dengan mencuri desain chip mutakhir, suatu negara dapat memangkas waktu penelitian bertahun-tahun dan menghindari sanksi teknologi internasional.
 
"Industri semikonduktor adalah fondasi dari segala teknologi modern, mulai dari AI hingga sistem persenjataan. Siapa pun yang menguasai rahasia manufaktur chip akan menguasai masa depan," tulis laporan tersebut. Tren ini diprediksi akan semakin intensif sepanjang tahun 2026 seiring dengan semakin krusialnya chip AI bagi pertahanan nasional.
 
Berbeda dengan kejahatan siber bermotif finansial yang sering kali bersifat destruktif dan berisik, spionase terhadap sektor semikonduktor dilakukan dengan sangat halus. Aktor negara lebih memprioritaskan operasi "senyap" agar mereka dapat menetap di dalam jaringan korban selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk menyedot data secara bertahap.
 
Laporan tersebut juga memperingatkan peningkatan penggunaan kerentanan zero-day (celah keamanan yang belum diketahui vendor) pada perangkat edge seperti router dan firewall. Dengan menguasai perangkat infrastruktur ini, para peretas dapat menciptakan jalur akses rahasia yang sulit dideteksi oleh perangkat lunak keamanan standar, memungkinkan mereka untuk memantau komunikasi antara tim desain chip di seluruh dunia.
 
Meskipun perusahaan-perusahaan di Amerika Utara dan Eropa tetap menjadi target utama, kawasan Asia—khususnya pusat-pusat manufaktur di Taiwan dan Korea Selatan—mengalami lonjakan aktivitas serangan yang signifikan. Laporan tersebut juga mencatat adanya pergeseran taktis aktor negara mulai menargetkan rantai pasok (supply chain) semikonduktor yang lebih kecil, seperti perusahaan pengembang perangkat lunak desain (EDA) dan produsen mesin kimia, yang mungkin memiliki pertahanan siber lebih lemah dibandingkan raksasa manufaktur chip.
 
Selain China, aktor negara lain seperti Rusia dan Iran juga diprediksi akan terus melakukan operasi gangguan dan spionase strategis di sektor energi dan infrastruktur kritis lainnya sebagai bagian dari upaya mereka untuk merusak stabilitas pesaing geopolitik mereka.
 
Menghadapi ancaman tingkat tinggi ini, Google Cloud menekankan bahwa industri semikonduktor tidak bisa lagi mengandalkan metode keamanan tradisional. Rekomendasi utama meliputi:
 
1. Arsitektur Zero Trust: Tidak memberikan kepercayaan otomatis pada pengguna di dalam jaringan dan mewajibkan verifikasi ketat untuk setiap akses ke repositori desain chip.
 
2. Visibilitas Perangkat Edge: Memperketat pemantauan pada perangkat keras jaringan yang sering kali menjadi titik masuk utama aktor negara.
 
3. Kolaborasi Intelijen: Berbagi informasi ancaman secara real-time antar perusahaan di dalam ekosistem semikonduktor untuk mendeteksi pola serangan yang serupa.
 
Tahun 2026 akan menjadi tahun keamanan siber di sektor semikonduktor menjadi pilar utama dari strategi ketahanan nasional. Kehilangan kekayaan intelektual di sektor ini bukan hanya kerugian finansial, tetapi juga keunggulan strategis di panggung dunia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA