Pertumbuhan tersebut tidak hanya didorong oleh popularitas belajar bahasa, tetapi juga oleh motivasi pengguna Indonesia yang melihat pembelajaran sebagai bagian dari pendidikan dan pengembangan diri.
CEO sekaligus salah satu pendiri Duolingo, Luis von Ahn, menyoroti potensi pasar Indonesia saat berbincang dengan kreator Raditya Dika di kantor Duolingo di New York City. Ia menyebut Indonesia memiliki peluang besar, termasuk untuk pembelajaran bahasa Inggris serta sejumlah bahasa Asia Timur.
“Kami melihat potensi yang sangat besar di pasar Indonesia,” ujar von Ahn. Pertumbuhan pengguna tersebut menjadi menarik ketika dilihat dari alasan mereka belajar.
Data Duolingo menunjukkan Indonesia berada di posisi teratas secara global dalam proporsi pembelajar yang menyebut mendukung pendidikan sebagai salah satu motivasi mereka.
Dibandingkan rata-rata global, pembelajar di Indonesia 37 persen lebih mungkin belajar bahasa untuk mendukung pendidikan dan 41 persen lebih mungkin menggunakan waktu untuk belajar secara produktif. Data tersebut diukur berdasarkan pengguna baru di pasar utama Duolingo pada kuartal II 2026.
Bahasa Asia Timur Makin Diminati
Bahasa Inggris masih menjadi bahasa yang paling banyak dipelajari pengguna Duolingo di Indonesia. Jepang dan Mandarin menyusul dalam tiga besar, tetapi Mandarin menunjukkan pertumbuhan yang cukup mencolok.Sejak 2023, proporsi DAU di Indonesia yang mempelajari bahasa Mandarin disebut hampir tiga kali lipat. Pengukuran tersebut mencakup periode Juli 2023 hingga Juli 2026.
Minat tersebut juga terlihat dari kecenderungan pengguna mempelajari lebih dari satu bahasa sekaligus. Pengguna Duolingo di Indonesia 4,15 kali lebih mungkin mempelajari bahasa Inggris dan Mandarin secara bersamaan dibandingkan rata-rata global.
Kombinasi Jepang dan Mandarin juga tercatat 3,3 kali lebih tinggi, sedangkan kombinasi Inggris dan Jepang mencapai 2,8 kali dibandingkan rata-rata global. Pola tersebut memberikan gambaran bahwa kebutuhan belajar bahasa di Indonesia tidak berhenti pada satu bahasa untuk satu tujuan.
Duolingo Dorong Pembelajaran Lebih Lanjut
Pertumbuhan pengguna juga diikuti dengan pengembangan kemampuan belajar di dalam platform. Duolingo menyebut sembilan kursus bahasa paling populer saat ini telah tersedia hingga tingkat B2, sehingga pengguna dapat melanjutkan pembelajaran melampaui level dasar.Duolingo juga menggunakan AI untuk membantu latihan percakapan. Pendekatan tersebut memberi pengguna ruang berlatih berbicara tanpa rasa takut dinilai orang lain, terutama ketika mencoba bahasa yang belum dikuasai dengan baik.
Bagi pengguna di Indonesia, pola ini relevan karena pembelajaran bahasa dapat berkaitan langsung dengan kebutuhan sekolah, pekerjaan, maupun percakapan sehari-hari.
Di balik ekspansi tersebut terdapat alasan personal dari von Ahn. Tumbuh di Guatemala, ia melihat kondisi finansial keluarga dapat memengaruhi kesempatan seseorang memperoleh pendidikan. Pengalaman itu kemudian ikut membentuk gagasan Duolingo untuk menyediakan akses belajar yang lebih luas.
“Saya ingin melakukan sesuatu yang dapat memberikan kesempatan yang setara bagi semua orang untuk mendapatkan pendidikan,” ujar von Ahn kepada Raditya.
Bagi Duolingo, pertumbuhan Indonesia akhirnya bukan sekadar soal jumlah pengguna. Data penggunaan menunjukkan adanya hubungan antara belajar bahasa, kebutuhan pendidikan, pengembangan diri, dan ketertarikan terhadap bahasa Asia Timur.
Kombinasi tersebut membuat pasar Indonesia menjadi salah satu bagian penting dari perkembangan platform, terutama ketika pembelajaran bahasa semakin digunakan untuk tujuan yang lebih praktis dan beragam.