Kali ini, fokus program bergeser dari sekadar mengenalkan AI menuju keterampilan yang bisa langsung dipakai dalam kegiatan belajar, mengajar, penelitian, dan persiapan kerja.
Program bernama AI Ready ASEAN Powered by AI Opportunity Fund: Asia-Pacific tersebut diperkenalkan dalam Sesi Terbuka Pertemuan Pejabat Senior ASEAN untuk Pendidikan atau ASEAN Senior Officials Meeting on Education (SOM-ED) ke-21.
ASEAN Foundation menjalankannya bersama AVPN dengan dukungan Google.org dan Asian Development Bank (ADB).
Perubahan fokus ini cukup penting. Penggunaan AI di pendidikan tidak berhenti pada kemampuan mencoba chatbot atau menghasilkan konten. Peserta program juga akan belajar bagaimana memasukkan AI ke proses kerja secara bertanggung jawab, sekaligus memahami konteks penggunaannya di masing-masing lingkungan pendidikan.
Dari Literasi AI ke Keterampilan yang Bisa Dipakai
AI Ready ASEAN sebelumnya telah berjalan selama dua tahun. Fase berikutnya dibangun untuk memperluas pembelajaran AI terapan, sehingga pendidik dan siswa tidak hanya memahami konsep dasarnya, tetapi dapat memanfaatkannya untuk kebutuhan yang lebih konkret.Dr. Piti Srisangnam, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, mengatakan pengalaman fase pertama menunjukkan generasi muda dan pendidik di ASEAN memiliki kesiapan untuk menggunakan AI ketika mendapat perangkat serta dukungan yang sesuai.
“Melalui Fase 2, yang kini didukung oleh AI Opportunity Fund: Asia-Pacific, kami tidak hanya berfokus pada meningkatkan kesadaran tentang AI, tetapi juga membekali sistem pendidikan di kawasan ini dengan keterampilan AI yang praktis,” ujar Dr. Piti.
Implementasinya akan melibatkan Local Implementing Partners (LIPs) di berbagai negara anggota ASEAN. Mitra lokal tersebut akan membantu menyiapkan kurikulum sesuai konteks masing-masing negara sekaligus menjalankan pelatihan AI untuk guru K–12, mahasiswa, dan dosen.
Kurikulum Disesuaikan dengan Kebutuhan Masing-Masing Negara
ASEAN Foundation juga akan berkoordinasi dengan kementerian pendidikan di negara-negara peserta. Tujuannya memastikan pelaksanaan program tetap selaras dengan prioritas nasional, melibatkan institusi pendidikan, sekaligus melengkapi inisiatif AI dan pendidikan yang sudah berjalan.Pendekatan tersebut penting karena kebutuhan AI di setiap negara tidak selalu sama. Program regional tetap membutuhkan penyesuaian pada konteks pendidikan, kapasitas institusi, serta kebutuhan peserta.
Selain pelatihan, ASEAN Foundation akan menggelar pertemuan regional dan nasional dengan pemerintah, praktisi AI, akademisi, organisasi masyarakat sipil, media, dan penerima manfaat.
Forum tersebut ditujukan untuk bertukar pengetahuan dan menghasilkan wawasan bagi penyusunan kebijakan serta strategi pendidikan AI berbasis bukti. Pertemuan Regional Keempat dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026 di Singapura.
Google.org dan AVPN Dorong Pelatihan AI Berskala Besar
Dukungan dari Google.org diarahkan untuk memperluas pembelajaran AI terapan di kawasan. Marija Ralic, Kepala Google.org Asia Pasifik, menilai pendidik memiliki peran penting dalam memastikan teknologi digunakan secara efektif dan bertanggung jawab.“Literasi AI kini menjadi salah satu keterampilan mendasar, dan para pendidik memegang peran utama dalam memastikan peserta didik di seluruh Asia Tenggara dapat menggunakan teknologi ini secara bertanggung jawab dan efektif,” ujar Marija.
Sementara itu, AVPN membawa AI Opportunity Fund: Asia-Pacific sebagai bagian dari upaya memperluas akses pelatihan ke wilayah yang membutuhkan. Naina Subberwal Batra, CEO AVPN, mengatakan kolaborasi regional dibutuhkan agar kesiapan AI dapat diterjemahkan menjadi hasil yang terukur bagi guru, siswa, dan dosen.
AI Ready ASEAN juga selaras dengan sejumlah rencana strategis ASEAN untuk periode 2026–2030, termasuk agenda komunitas sosial budaya, ekonomi, dan pendidikan.
Program tersebut diarahkan untuk mendukung akses pembelajaran digital yang inklusif, daya saing tenaga kerja, pembelajaran sepanjang hayat, serta penggunaan AI secara bertanggung jawab.
Sebagai konteks, AI Opportunity Fund: Asia-Pacific merupakan inisiatif regional senilai USD35 juta yang dipimpin AVPN dengan dukungan Google.org dan ADB. Hingga akhir Juni 2026, program tersebut telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 500.000 pekerja dan 50.000 usaha kecil di kawasan Asia Pasifik.
Dengan fase baru ini, AI Ready ASEAN tidak hanya memperluas jumlah penerima manfaat, tetapi juga mencoba memindahkan pembelajaran AI dari level pengenalan ke penggunaan praktis di lingkungan pendidikan.
Target 1,7 juta peserta hingga 2028 menjadi ukuran besarnya skala program, sementara keberhasilannya akan sangat bergantung pada kemampuan pelatihan tersebut menyesuaikan kebutuhan lokal di masing-masing negara ASEAN.