Foto: Fujifilm
Foto: Fujifilm

Rumah Sakit Mulai Pakai AI Buat Perawatan Berkelanjutan

Mohamad Mamduh • 25 Mei 2026 11:39
Ringkasnya gini..
  • Kolaborasi ini bertujuan membangun ekosistem kesehatan masa depan yang mengintegrasikan keunggulan klinis.
  • Selain layanan dan pendidikan, Fujifilm dan Siloam juga mengeksplorasi inisiatif untuk mengatasi masalah kesehatan nasional.
  • Teiichi Goto menekankan bahwa masa depan kesehatan bergantung pada integrasi teknologi ke dalam sistem.
Jakarta: Fujifilm Indonesia dan Siloam International Hospitals resmi menyepakati kemitraan strategis untuk mempercepat transformasi layanan kesehatan di Indonesia.
 
Kolaborasi ini bertujuan membangun ekosistem kesehatan masa depan yang mengintegrasikan keunggulan klinis, pendidikan medis, serta inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan kualitas perawatan pasien secara berkelanjutan.
 
Kemitraan ini secara resmi ditandai melalui upacara penandatanganan pada 20 Mei 2026, yang dihadiri langsung oleh Presiden dan CEO Fujifilm Holdings Corporation, Teiichi Goto. Kehadiran pimpinan tertinggi global Fujifilm tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi ini dalam visi global perusahaan untuk menciptakan dampak sosial yang luas melalui inovasi.

Untuk mewujudkan visi tersebut, kerja sama ini dibangun di atas tiga pilar utama: penguatan kapabilitas layanan kesehatan, kemajuan pendidikan tenaga medis profesional, dan penanganan isu kesehatan masyarakat yang krusial. Sebagai langkah awal, kedua institusi akan memperkenalkan solusi AI klinis yang dirancang untuk mendukung proses skrining dan meningkatkan akurasi diagnostik.
 
Teknologi ini diharapkan dapat mengoptimalkan efisiensi alur kerja klinis, sehingga tim medis dapat mengambil keputusan berbasis data dengan lebih cepat. Salah satu tonggak penting dalam kemitraan ini adalah pendirian Pusat Pelatihan Endoskopi.
 
Pusat ini dirancang untuk memperkuat kemampuan klinis Indonesia dalam prosedur gastroenterologi tingkat lanjut, seperti EUS, ERCP, dan kolonoskopi. Program ini juga akan didukung oleh pertukaran pengetahuan internasional dengan Jepang serta program pendidikan bersama Universitas Pelita Harapan.
 
Selain layanan dan pendidikan, Fujifilm dan Siloam juga mengeksplorasi inisiatif untuk mengatasi masalah kesehatan nasional, khususnya tuberkulosis (TBC). Mereka berencana memanfaatkan sistem sinar-X portabel yang dilengkapi AI untuk melakukan skrining di komunitas terpencil dan daerah yang kurang terjangkau.
 
"Transformasi kesehatan yang bermakna dimulai dengan penguatan kapabilitas klinis dan perluasan akses," ujar Caroline Riady, CEO Siloam International Hospitals. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini mendukung aspirasi Siloam untuk menjadi pusat pelatihan regional, sehingga masyarakat Indonesia dapat mengakses layanan kesehatan berkualitas internasional tanpa perlu berobat ke luar negeri.
 
Senada dengan hal tersebut, Teiichi Goto menekankan bahwa masa depan kesehatan bergantung pada integrasi teknologi ke dalam sistem yang memberikan dampak nyata bagi pasien dan tenaga medis.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA