Pendiri Atari Meninggal di Usia 80 Tahun
Ted Dabney meninggal pada umur 80. (Twitter / Catherine DiSpira)
Jakarta: Ted Dabney, pria yang mendirikan Atari bersama Nolan Bushnell pada 1972 dan mengembangkan game arcade komersil pertama, meninggal pada umur 80 tahun. 

Kabar tentang meninggalnya Dabney menyebar melalui Facebook dan media sosial lain setelah ahli sejarah video games Leonard Herman membuat sebuah post, menurut laporan Polygon

"Saya baru tahu bahwa teman baik saya, Ted Dabney, co-founder dari Atari, meninggal pada umur 81. Selamat tinggal, teman. Legendamu akan terus dikenang sepanjang masa," tulis Herman melalui Facebook. 


Penyebab kematian Dabney adalah kanker keronganan. Belum lama ini, Dabney memang didiagnosis mengidap kanker tersebut. Namun, dia memutuskan untuk tidak mengobati kanker itu. 

Dabney dan Bushnell pernah bekerja sama di perusahaan bernama Syzygy Engineering pada 1971. Di perusahaan itu, mereka mendesain dan meluncurkan Computer Space. Meskipun Pong sering dianggap sebagai game komersil pertama, Computer Space sebenarnya diluncurkan satu tahun sebelum game tersebut. 

Computer Space adalah varian dari Spacewar!, game ternama yang dikembangkan pada komputer PDP-1 pada 1962 di Massachusetts Institute of Technology. Di Sunnyvale, California pada 1972, Dabney dan Bushnell mendirikan Atari.

Papan sirkuit yang Dabney bangun untuk Computer Space kemudian digunakan dalam pembuatan Pong -- yang dikembangkan oleh Allan Alcorn dan diluncurkan pada November 1972. 

Samuel F. "Ted" Dabney dilahirkan pada 15 Mei 1937 di San Francisco. Setelah lulus SMA, dia bergabung dengan Marine Corps Amerika Serikat.

Di sana, dia mengambil pelajaran tentang elektronik, memungkinkannya untuk belajar tentang pengembangan komputer. Dabney meninggalkan Atari pada 1970-an karena pertengkarannya dengan Bushnell. 



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard: ASUS PRIME Z370-A, MSI X470 Gaming Plus
  • VGA: Colorful iGame GTX 1070 X-TOP-8G, ASUS Strix Vega 64
  • RAM: Apacer Panther RAGE 2400MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Apacer Panther AS340 240GB + Seagate Barracuda 8TB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Mouse: Logitech G903, Logitech G603
  • Keyboard: Logitech G610 Orion, Logitech G613
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.