Sofia, Chatbot Pemandu Wisatawan Muslim Cari Kuliner Halal

Cahyandaru Kuncorojati 17 Mei 2018 12:14 WIB
microsoftkecerdasan buatan
Sofia, Chatbot Pemandu Wisatawan Muslim Cari Kuliner Halal
Aplikasi platform Have Halal, Will Trip.
Jakarta: Apakah Anda seorang Muslim yang tengah berada di luar negeri dan kesulitan mencari kuliner Halal untuk disantap? Apabila iya maka Anda tidak perlu bingung lagi karena sebuah platfrom bernama Have Halal, Will Travel (HHWT) memberikan panduan yang mengadopsi chatbot.

HHWT yang didirikan oleh Mikhail Goh. Ia sempat mengalami kesulitan tersebut saat sedang belajar di Korea Selatan lima tahun lalu. HHWT adalah platform konten yang berisi artikel hasil kontributor dari berbagai belahan dunia yang kini disebut sudah melayani 8.000 pengguna.

Untuk melayani jumlah pengguna layanannya yang sangat besar, HHWT memutuskan untuk mengembangkan sebuah chatbot berbasis gabungan teknologi cloud Microsoft Azure dan Languang Understanding Intelligence Service (LUIS) yang diberi nama Sofia. 


"Kami menciptakan Sofia, sederhananya karena orang-orang menanyakan kepada kami pertanyaan-pertanyaan yang kami rasa dapat dijawab dengan mudah melalui otomasi," ujar Mikhail.

Mikhail menjelaskan bahwa chatbot ini online selama 24 jam, membantu setiap wisatawan dengan pertanyaan-pertanyaan mereka dari berbagai belahan dunia, tidak terbatas oleh zona waktu. 

Pada waktu yang bersamaan, melalui respons dan umpan balik yang diterima dari setiap pengguna yang berinteraksi, HHWT dapat menganalisis dan menjelaskan sesuai dengan konteks semua masukan tersebut untuk memberikan konten-konten yang lebih disesuaikan secara personal bagi setiap pengguna.

Platform awan Azure hadir dengan Application Programming Interface (API) untuk QnA Maker; yang menjadi fondasi bagi tim tersebut untuk membuat jawaban pada pertanyaan yang sering ditanyakan.

LUIS dari Microsoft kemudian memungkinkan para perancang chatbot menggambarkan rangkaian data yang sudah ada, memudahkan tim untuk menganalisis apa yang setiap pengguna tanyakan.

Saat ini, Sofia memiliki kemampuan yang dikenal sebagai decision tree yang memungkinkan setiap pengguna mempersempit jawaban yang mereka cari. Nantinya, proses ini akan menjadi lebih sederhana dan lebih berdasarkan intuisi, dan sistem akan secara otomatis menjawab pertanyaan dengan pengertian yang lebih mendalam, tanpa perlu mencari klasifikasi.



(MMI)

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.