Ilustrasi. (Getty Images)
Ilustrasi. (Getty Images)

Tolak Jadi Bos, Miliuner Elon Musk Malah Beli Twitter Harga Rp635 Triliun

Teknologi media sosial twitter elon musk
Cahyandaru Kuncorojati • 26 April 2022 07:45
Jakarta: Miliuner Elon Musk kembali menjadi pusat perhatian bukan karena roket SpaceX dan hubungannya dengan pesohor Hollywood, melainkan tarik-ulur Twitter. Orang terkaya di dunia tersebut kini justru membeli Twitter setelah sebelumnya menolak tawaran menjadi bos atau jajaran eksekutif di media sosial buatan Jack Dorsey.
 
Hubungan Twitter dan Elon Musk beberapa minggu ini memang menarik perhatian. Elon Musk disebut sempat menyetujui tawaran untuk mengisi posisi direksi eksekutif di Twitter namun beberapa jam setelahnya dilaporkan bahwa dia menolaknya dan berniat membeli seluruh saham Twitter.
 
Jajaran pemegang saham dan eksekutif Twitter disebut sempat menganggap Elon Musk tidak serius. Namun laporan terkini, dikutip dari The Verge, dia akan membeli seluruh saham Twitter dengan nilai USD44 miliar atau kisaran Rp635 triiliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Elon Musk sejak lama dikenal sangat aktif di Twitter dan tentu saja momen ini diungkapkan lewat unggahannya hari ini. Dia menyebutkan bahwa langkahnya membeli Twitter akan menjamin kebebasan berbicara (free speech).
 
Pernyataan yang dia rilis terkait pembelian Twitter dinilai sangat positif namun di sisi lain juga menunjukan bahwa Elon Musk tidak berniat memperkaya dirinya dengan menguasai media sosial yang cukup berpengaruh di dunia ini.
 
“Kebebasan berbicara adalah dasar dari fungsi demokrsi, dan Twitter merupakan kota digital yang sangat vital untuk masa depan kemanusiaan,” tulisnya di unggahan Twitter @elonmusk.
 
“Saya juga ingin membuat Twitter lebih baik dengan peningkatan lewat fitur baru, membuat algoritma menjadi open source sehingga bisa dipercaya, membasmi spam bot, dan mengautentikasi semua manusia. Twitter memiliki potensi yang besar!,” sambungnya.
 
Sebelumnya, Elon Musk sudah memiliki saham Twitter senilai 9,1 persen dan disebut sebagai salah satu pemegang saham terbesar. Namun dengan penawaran sebagai jajaran direksi, Elon Musk justru hanya akan diperbolehkan memiliki saham paling banyak 15 persen. Hal ini mungkin dinilai dia membatasi keinginannya sehingga ditolak.
 
Langkah Elon Musk untuk membeli Twitter sepenuhnya sempat menerima protes dari pemegang saham terbesar lain yaitu Pangeran Arab Saudi Al Waleed bin Talal Al Saud. Sayangnya, protes ini justru kurang didukung dan secara bulat jajaran direksi Twitter menerima tawaran uang Elon Musk.
 
Elon Musk sudah menjanjikan bahwa dia akan memberikan bayaran USD54 atau kisaran Rp770 ribu per lembar saham. Kabar ini mungkin akan mendongkrak valuasi Twitter di pasar namun kita akan juga melihat langkah dari Elon Musk untuk membuat Twitter semakin menguntungkan dari sisi finansial.
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif