Hacker Makin Suka Serang Pengguna Ponsel
Peningkatan adopsi smartphone dan transformasi digital turut dorong peningkatan kerentanan siber.
Jakarta: Kaspersky Lab menyebut pesatnya kenaikan tingkat adopsi smartphone di berbagai negara, termasuk Indonesia, turut mendorong bertambahnya kerentanan pada perangkat ini. Naiknya jumlah serangan siber pada smartphone didorong oleh penggunaan smartphone untuk berbagai aktivitas.

"Smartphone kini punya akses, terutama untuk autentikasi dua langkah, sebagai pintu untuk pengembalian akun saat pengguna kehilangan password, aplikasi m-banking, semua ada di smartphone. Hal ini berbahaya, sebab bisa disalahgunakan untuk perampokan," ujar Director Global Research & Analysis Team APAC Vitaly Kamluk.

Kamluk menyebut, smartphone tidak aman sama saja seperti memberikan kunci berbagai akun digital pengguna, seperti m-banking yang telah umum digunakan masyarakat di era digital ini, kepada peretas. Dengan penyebaran malware yang semakin canggih, ini menjadi alasan lain mengapa smartphone menjadi target.


Guna memperkecil peluang smartphone terjangkiti malware, Kamluk menyarankan pengguna tidak mengunduh dan memasang aplikasi karya developer yang belum dikenal. Selain itu, pengguna juga disarankan untuk tidak melakukan aktivitas yang melibatkan informasi rahasia di peramban smartphone saat terhubung dengan jaringan internet publik.

Disinggung soal pasar Indonesia, Kamluk menyebut, saat ini jumlah serangan siber di Indonesia masih tidak terlalu banyak. Salah satu alasannya karena Indonesia dinilai belum terlalu penting di mata peretas. Indonesia tidak memiliki banyak server penyimpan informasi berharga, layaknya negara tetangga, Singapura.

Singapura mendapatkan perhatian cukup tinggi dari peretas, lanjut Kamluk, karena merupakan tempat berkumpulnya sejumlah penyedia layanan internet di wilayah Asia. Itu artinya, Singapura memiliki banyak server.

Namun, hal ini dinilai masih dapat berubah, tambah Territorial Manager Kaspersky Lab SEA Dony Koesmandarin. Meski kurun waktu perubahan itu masih tidak dapat diprediksi.



(ELL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.