Ilustrasi.
Ilustrasi.

Trump Tanda Tangani Program Pengembangan AI Nasional

Teknologi kecerdasan buatan
Ellavie Ichlasa Amalia • 12 Februari 2019 11:36
Jakarta:Saat ini, Amerika Serikat mungkin masih menjadi pemimpin dalam industri kecerdasan buatan. Namun, ada beberapa negara yang juga meluncurkan program untuk mendorong pengembangan AI.
 
Sekarang, Presiden AS Donald Trump juga telah menandatangani peraturan presiden untuk pembutan "American AI Initiative", program pengembangan AI canggih di AS.
 
Inisiatif ini akan memfokuskan pendanaan dan sumber daya federal pada riset AI serta pembuatan standar internasional AI di dunia yang dipimpin oleh AS. Program ini juga mencakup pelatihan pekerja AS. Namun, program ini tidak menyebutkan sumber dana baru untuk riset AI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, pemerintah AS juga tidak menjelaskan target waktu untuk mencapai tujuan mereka. Namun, mereka menjanjikan bahwa mereka akan memberikan rencana yang lebih detail dalam waktu enam bulan mendatang, lapor The Verge.
 
"Amerika telah mendapatkan untung besar karena menjadi pengembang pertama dan pemimpin pengembangan AI," tulis Gedung Putih dalam pernyataan resmi.
 
"Namun, pengembangan AI di dunia telah menjadi semakin cepat, dan kita tidak bisa berpangku tangan dan berasumsi bahwa kita akan terus memimpin di bidang ini.
 
"Kita harus memastikan bahwa pengembangan AI tetap didorong oleh kecerdasan AS dan mencerminkan nilai Amerika, dan digunakan untuk keuntungan masyarakat Amerika."
 
Menurut pemerintahan Trump, ada lima tujuan dari AI Initiative. Pertama adalah riset dan pengembangan. Badan federal akan diminta untuk memprioritaskan investasi AI dalam budget riset dan pengembangan mereka.
 
Kedua, memudahkan akses ke sumber daya seperti data, algoritma, dan kemampuan komputasi untuk para peneliti.
 
Ketiga, standar etis. Badan pemerintah terkait bidang AI akan diminta untuk membuat standar untuk menuntun pengembangan sistem AI yang aman dan bisa diandalkan.
 
Keempat, otomatisasi. Badan pemerintah akan diminta untuk mempersiapkan para pekerja mereka akan perubahan di industri yang disebabkan o leh teknologi baru.
 
Tujuan terakhir adalah penjangkauan internasional. Pemerintah AS ingin bekerja sama dengan negara lain dalam pengembangan AI. Namun, mereka ingin melakukan ini dengan mempertahankan "nilai dan kepentingan" AS.
 
Program ini memang membahas beberapa masalah terkait pengembangan AI. Sayangnya, ia tidak menjelaskan masalah pendanaan yang masih membuat beberapa pihak khawatir.
 
Sejauh ini, ada 18 negara yang telah meluncurkan strategi pengembangan AI nasional dan mereka selalu membahas tentang sumber pendanaan.
 
Angka yang disiapkan masing-masing negara beragam, mulai dari USD20 juta (Rp282 miliar) yang disiapkan oleh Australia hingga hampir USD2 miliar (Rp28,2 triliun) dari Korea Selatan.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif