Ronni Nurmal, Ericsson Indonesia
Ronni Nurmal, Ericsson Indonesia

2024, Jumlah Langganan 5G Diperkirakan Capai 1,5 Miliar

Teknologi teknologi telekomunikasi
Mohammad Mamduh • 22 Desember 2018 14:39
Jakarta: 5G diperkirakan akan menjangkau lebih dari 40 persen populasi global dan jumlah langganan akan mencapai 1,5 miliar, sehingga mobile broadband meningkat pada akhir tahun 2024.

Berdasarkan laporan terkini dari Ericsson bertajuk Mobility Report, kunci utama untuk peluncuran teknologi 5G ini termasuk peningkatan kapasitas jaringan, biaya per gigabyte yang lebih rendah dan persyaratan penggunaan baru.

Pemanfaatan NB-IoT (Narrowband-Internet of Things), teknologi standar berdaya rendah  yang mampu menjangkau area yang luas sehingga memungkinkan berbagai penyelenggaraan perangkat dan layanan IoT, dan teknologi Cat-M1, teknologi selular baru yang dirancang khusus untuk kebutuhan aplikasi terkait komunikasi IoT, akan mendorong pertumbuhan koneksi selular IoT di seluruh dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Dari perkiraan koneksi selular IoT 4,1 miliar di tahun 2024, 2,7 miliar di antaranya diperkirakan berasal dari Asia Timur Laut (Cina, Jepang, Mongolia, Korea Utara dan Korea Selatan) yang mencerminkan ambisi dan ukuran pasar IoT selular di wilayah ini.   Sejumlah persyaratan terkait penyelenggaraan teknologi 5G yang terus berevolusi akhirnya mendorong penyedia layanan untuk mulai menggunakan NB-IoT dan Cat-M1 di pasar mereka.
Trafik layanan data seluler tumbuh 79 persen antara Q3 2017 dan Q3 2018 – Cina sebagai pusatnya.

Total jumlah pelanggan seluler pada Q3 2018 lalu mencapai 7,9 miliar, dengan penambahan pelanggan baru sebesar 120 juta. Cina memiliki penambahan bersih paling banyak (+37 juta), diikuti oleh India (+31 juta) dan Indonesia (+13 juta).

Pada Q3 2018, pertumbuhan trafik layanan data mendekati 79 persen dari tahun ke tahun dan ini merupakan pertumbuhan tertinggi sejak 2013. Antara 2018 – 2024, total trafik layanan data secara global diharapkan naik 5 kali lipat, dengan jaringan 5G diperkirakan akan memberikan kontribusi sebesar 25 persen dari total trafik data pada akhir periode. 

Di Asia Tenggara dan Oceania (tidak termasuk India dan Cina), WCDMA dan HSPA masih menjadi teknologi yang dominan, yaitu mewakili 48% dari keseluruhan pelanggan data seluler. Namun, langganan LTE tumbuh 70 persen selama 2018 dan mewakili pangsa pasar sebesar 26 persen.

Pertumbuhan LTE diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai 63 persen dari keseluruhan langganan pada tahun 2024 di wilayah tersebut. 

Pertumbuhan trafik layanan data pada setiap smartphone aktif (GB per bulan) di wilayah ini akan semakin kuat, dari 3,8 GB setiap bulannya diiperkirakan akan menjadi 19 GB setiap bulannya pada tahun 2024.  

Menurut data analisis Ericsson dari App Annie 2018, rata-rata konsumsi data seluler per bulan di Indonesia menunjukkan peningkatan. Persentase pengguna yang mengonsumsi lebih dari 10GB data per bulan telah meningkat dari 12 persen pada bulan Oktober 2017 menjadi 26,8 persen pada bulan Oktober 2018.

Peningkatan terbesar konsumsi data seluler adalah pada penggunaan aplikasi media sosial seperti WhatsApp (+153 persen), Youtube (+111 persen), Instagram (+41 persen), dan Facebook (30%). Selain lebih banyak penggunaan, konten video juga merupakan pendorong utama konsumsi data di Indonesia.

“Seiring dengan terselenggaranya 5G di pasar, ketersediaan jangkauan dan pemanfaatan teknologi ini diperkirakan akan lebih cepat dibanding teknologi generasi sebelumnya. Bersamaan dengan itu, pertumbuhan IoT selular juga semakin kuat," kata Fredrik Jejdling, Executive Vice President dan Head of Business Area Networks.

Apa yang kita lihat saat ini baru awal dari perubahan fundamental yang akan memberikan dampak signifikan pada konsumen dan industri.”  

"Perlu diingat bahwa perubahan ini hanya akan terjadi melalui kerjasama antara para pelaku industri dan pengatur kebijakan terkait berbagai aspek seperti pengadaan spektrum, standar, dan teknologi," kata Jerry Soper, President Director of Ericsson Indonesia.

Seperti teknologi akses seluler sebelumnya, 5G diharapkan untuk digunakan pertama kali di daerah perkotaan padat dengan peningkatan akses mobile broadband serta fixed wireless. Contoh kasus penggunaan lainnya akan dilakukan pada berbagai industri seperti otomotif, manufaktur, utilitas, dan kesehatan.


(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi