Penelitian terbaru Cisco menyebut disrupsi akibat pandemi justru menciptakan peluang.
Penelitian terbaru Cisco menyebut disrupsi akibat pandemi justru menciptakan peluang.

Cisco: Disruptor Ciptakan Peluang di Tengah Pandemi

Teknologi teknologi cisco
Lufthi Anggraeni • 26 November 2020 13:21
Jakarta: Cisco mengumumkan hasil penelitian terbarunya, bekerja sama dengan Jungle Ventures, terkait dengan proses digitalisasi global. Penelitian ini menyebut bahwa proses digitalisasi mengalami percepatan adopsi selama pandemi, terutama pada sejumlah industri vital di kawasan ASEAN.
 
"Pandemi Covid-19 telah membuktikan kemampuan manusia untuk berinovasi dengan cepat ketika menghadapi disrupsi yang terjadi. Beberapa sektor yang terdampak paling besar oleh pandemi seperti pendidikan, kesehatan, dan rantai pasok dan logistik telah berhasil beradaptasi dan membayangkan kembali masa depannya,” ujar Presiden Cisco ASEAN Naveen Menon.
 
Laporan yang menyoroti agenda digitalisasi di negara ASEAN ini menyebut bahwa wilayah ini menjadi salah satu wilayah dengan perkembangan ekonomi digital paling cepat di seluruh dunia, melalui pengembangan berbagai platform berbasis digital di sektor vital.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Agenda digitalisasi di wilayah ASEAN ini dinilai mempermudah perusahaan di kawasan tersebut untuk melakukan transisi selama pandemi Covid-19, dalam menjalankan sistem operasi dan mengakomodasi kerja jarak jauh.
 
Selain itu, laporan penelitian Cisco ini juga menyoroti perubahan ekonomi global berkontribusi pada kemunculan perusahaan rintisan atau startup, yang tidak hanya mengubah industri tapi juga mendisrupsi organisasi. Cisco menyebut saat ini, mayoritas roda ekonomi masih digerakan oleh ranah offline, sehingga menciptakan peluang besar bagi startup di ranah teknologi.
 
Sementara itu, pandemi Covid-19 juga mengakibatkan penutupan sekolah dan lembaga pembelajaran, dinilai Cisco mengganggu siswa di seluruh dunia, dan menurut data UNESCO, termasuk 160 juta siswa di ASEAN. Laporan ini ini menunjukkan bahwa banyak institusi yang belum sepenuhnya mampu untuk memadukan pembelajaran virtual dan pembelajaran tatap muka.
 
Meskipun demikian, Cisco melaporkan bahwa sejumlah perusahaan berhasil memadukan pembelajaran virtual dan pembelajaran tatap muka  yang diperkirakan akan semakin mendominasi. Sementara itu,  Cisco juga menyebut pergeseran ke teknologi digital yang disebabkan oleh pandemi juga berdampak pada industri kesehatan.
 
Pergeseran ke teknologi digital ini dijelaskan Cisco dapat menjadi titik balik bagi organisasi atau perusahaan kesehatan yang ingin berinvestasi pada teknologi digital dan mentransformasikan model usahanya. Namun untuk dapat melakukannya dengan baik, Cisco menyebut bahwa organisasi atau perusahaan harus lincah serta inovatif.
 
Selain itu data juga menyebut bahwa di masa mendatang, penyedia layanan kesehatan dan pelaku industri kesehatan harus terus mengadopsi dan memanfaatkan teknologi digital setelah pandemi usai. Adaptasi terbesar perlu dilakukan oleh fasilitas kesehatan umum dan swasta, namun Cisco menilai pemerintah memiliki peran besar dalam menyediakan regulasi pendukung perubahan tersebut.
 
Sementara itu, penelitian ini juga menyimpulkan bahwa membangun bisnis yang tepat dan alur kerja strategis mampu membantu menyelesaikan masalah dalam hal rantai pasok dan logistik, terutama sebagai dampak dari pandemi.
 
Penelitian Cisco ini turut menyoroti sejumlah pemain teknologi utama yang mengubah pasar logistik dengan menawarkan solusi pengadaan digital melalui kombinasi mulus antara perangkat lunak dan layanan.
 
Kendali krisis mungkin tidak akan dapat terotomatisasi sepenuhnya, namun rantai suplai komprehensif dengan data real-time dinilai Cisco mampu menjadi faktor penentu kesuksesan di masa depan.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif