Qualcomm Terima Izin untuk Akuisisi NXP Rp520 Triliun

Lufthi Anggraeni 12 Januari 2018 11:46 WIB
qualcomm
Qualcomm Terima Izin untuk Akuisisi NXP Rp520 Triliun
Qualcomm dilaporkan akan menerima izin dari badan regulasi Eropa untuk melanjutkan akuisisi NXP.
Jakarta: Qualcomm akan menerima izin dari badan regulasi European Anti-trust untuk melanjutkan proses pembelian pabrik semikonduktor NXP, dengan nilai sebesar USD39 miliar (Rp520 triliun).

Untuk mendapatkan izin tersebut, Qualcomm harus menyetujui sejumlah persyaratan. Sebagai contoh, perusahaan berbasis di San Diego itu tidak dapat membeli paten penting standar NXP, dan Qualcomm harus berjanji bahwa produk pesaing masih dapat bekerja sama dengan NXP.

Persetujuan dari badan regulasi Uni Eropa dilaporkan akan diumumkan pada minggu mendatang. Kesepakatan ini awalnya diajukan oleh Qualcomm pada bulan Oktober 2016 lalu, dan pada November lalu, Qualcomm menjadi target akuisisi.


Hal tersebut karena desainer chip lain, Broadcomm melakukan penawaran yang tidak diperkirakan sebelumnya kepada NXP. Sementara itu, badan regulasi Amerika Serikat telah memberikan lampu hijau kepada Qualcomm untuk mengakuisi NXP.

Namun, setelah mendapatkan izin dari badan regulasi terkait di Eropa, kesepakatan ini masih harus menunggu persetujuan dari institusi di Tiongkok. Institusi anti-trust Eropa mengkhawatirkan keuntungan yang diperoleh Qualcomm setelah mengakuisisi NXP.

Qualcomm dikhawatirkan akan memiliki pangsa pasar tinggi di wilayah tersebut di bidang chipset seluler, serta chip yang digunakan untuk konektivitas seluler. Sebelumnya pada tahun 2015 lalu, Uni Eropa menuduh Qualcomm membayar Apple untuk menggunakan chipset karyanya secara eksklusif.

Selain itu, Uni Eropa juga menuduh Qualcomm menjual chip tertentu dengan harga lebih terjangkau untuk mengeliminasi kompetitor di pasar.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.