Facebook Akuisisi Startup AI Asal London
Facebook akuisisi startup AI asal London. (AFP PHOTO / JOSH EDELSON)
Jakarta: Facebook baru saja mengakuisisi Bloomsbury AI, startup asal London.

Didirikan pada 2015, Bloomsburry AI mengkhususkan diri dalam pengembangan teknologi pemprosesan bahasa dan telah mengembangkan AI bernama "Cape" yang bisa membaca dokumen dan menjawab pertanyaan terkait isi dokumen tersebut.

"Tim Bloomsburry memiliki keahlian dalam membuat mesin membaca dan mengerti dokumen yang tak terstruktur dalam bahasa natural untuk menjawab berbagai pertanyaan," kata Facebook dalam pernyataan resmi, seperti yang dikutip dari Business Insider.


"Keahlian mereka akan memperkuat usaha Facebook dalam penelitian pemprosesan bahasa natural dan membantu kami untuk mengerti bahasa natural dan penggunaannya."

Facebook mengumumkan akuisisi ini satu hari setelah TechCrunch melaporkan bahwa mereka tengah berdiskusi untuk mengakuisisi startup AI tersebut dengan nilai hingga USD30 juta (Rp431 miliar).

Selain itu, TechCrunch juga mengklaim bahwa Facebook tertarik untuk menggunakan software buatan Bloomsburry AI untuk melawan hoaks dan berita palsu.

Namun, Business Insider menyebutkan bahwa Facebook tampaknya hanya tertarik mempekerjakan tim Bloomsburry AI. Saat ini, masih belum diketahui bagaimana Bloomsburry AI beroperasi setelah akuisisi ini.



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.