Sebelumnya HTC merilis Wildfire X, perangkat kelas entry-level, namun ponsel ini adalah karya perusahaan berbeda yang memperoleh lisensi merek HTC. CEO baru HTC, Yves Maitres, menyebut bahwa HTC belum menyerah pada bisnis smartphone.
Maitres membagikan visi terkait dengan kembalinya HTC ke pasar smartphone di saat yang tepat. GSM Arena melaporkan bahwa Maitres mengungkap HTC akan terfokus pada pasar dengan GDP tinggi, alih-alih berkompetisi pada pasar berkembang.
Selain itu, Maitres juga menjelaskan alasan HTC tertinggal jauh jika dibandingkan dengan pelaku lain di industri smartphone. Menurutnya, HTC berhenti berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan sejak lama dan terfokus pada bisnis VR.
Sementara itu, pesaing seperti Samsung dan Huawei belum berhenti berinvestasi pada inovasi hardware dan angka penjualan mereka terbukti mengalami peningkatan signifikan. Sebelumnya, SVP Products and Strategy HTC Vive Raymond Pao menyebut bahwa teknologi Virtual Reality (VR) akan menjadi aplikasi terbaik untuk jaringan 5G.
Pao mengaku tidak yakin bahwa bandwith lebih tinggi dan latensi lebih rendah cukup untuk mendorong adopsi konsumen. Pao menyebut kedua kualitas dari jaringan 5G merupakan kunci dari pengalaman mengagumkan.
Film VR dan game cloud diprediksi Pao akan menjadi segmen aplikasi terbesar saat 5G dikombinasikan dengan VR.
Pernyataan Pao ini didasarkan pada laporan yang dirilis oleh Ericsson. Pao juga menyebutkan aplikasi Light Fields sebagai contoh yang dinilainya lebih canggih jika dibandingkan dengan 3D yang ditampilkan di bioskop.
Sementara itu pada bulan Agustus lalu, HTC kembali ke pasar India, setelah keluar dari pasar ini pada tahun 2018 lalu melalui HTC Wildfire. HTC Wildfire dengan dukungan layar berukuran 6,2 inci dan desain layar berponi, kamera ganda dan dukungan chipset Helio P23.
HTC juga dilaporkan mengembangkan perangkat unggulan berkonektivitas jaringan 5G sebagai pesaing Galaxy S10 5G dan LG V50 ThinQ 5G, meski belum tersedia informasi terkait dengan perangkat HTC ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News