Ilustrasi.
Ilustrasi.

Temukan Celah di ATM, Programmer Bank Curi Rp14,4 Miliar

Teknologi cyber security
Ellavie Ichlasa Amalia • 06 Februari 2019 16:10
Jakarta:Seorang programmer bank yang tidak puas dengan tempat kerjanya menemukan celah keamanan pada ATM, memungkinkannya mengambil uang tanpa diketahui.
 
Ialah Qin Qingsheng, seorang pria berumur 43 tahun yang berhasil menarik uang sebesar lebih dari CNY7 juta (Rp14,4 miliar) dari ATM bank tempatnya bekerja, Huaxia Bank. Dia bisa melakukan ini dengan memanfaatkan celah keamanan yang ada pada ATM, lapor The Verge.
 
Dilaporkan, sistem bank tidak bisa mencatat pengambilan uang yang dilakukan pada sekitar tengah malam. ATM akan mengeluarkan uang yang diambil tanpa mengurangi jumlah uang pada akun pengguna.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Biasanya, hal ini akan membuat ATM mengirimkan notifikasi. Tapi, Qisheng dilaporkan memasukkan kode khusus untuk mencegah notifikasi tersebut terkirim.
 
Qisheng mulai mengambil uang pada November 2016. Namun, pihak bank baru menyadari celah keamanan pada Januari 2018, setelah dia melakukan pengambilan uang sebanyak 1.358 kali.
 
Satu hal yang mengejutkan adalah pihak bank menarik kembali tuntutannya setelah Qisheng mengembalikan uang yang dia curi. Mungkin, pihak Huaxia Bank takut kabar ini akan merusak reputasi mereka.
 
Mereka dikabarkan menerima penjelasan Qisheng bahwa dia hanya sedang menguji sistem bank dan mengeluarkan uang untuk dikembalikan ke bank.
 
Pengadilan tidak menerima penjelasan ini. Qisheng terancam untuk mendekam di penjara selama 10,5 tahun setelah pengajuan bandingnya tidak diterima.
 
Pengadilan menggugurkan pembelaan diri Qisheng karena dia memindahkan uang ke akun pribadinya dan bukannya akun dummy dari bank. Selain itu, dia juga telah mulai bermain saham.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi