Google hapus beberapa aplikasi tertentu. (Photo by LOIC VENANCE / AFP)
Google hapus beberapa aplikasi tertentu. (Photo by LOIC VENANCE / AFP)

Google Hapus Aplikasi Peminta Izin SMS dan Log Telepon

Teknologi google
Lufthi Anggraeni • 15 Januari 2019 15:46
Jakarta: Google mengumumkan pada tahun lalu akan mengubah kebijakannya terkait aplikasi yang diterbitkan di Play Store. Google mengaku akan menangani permasalahan menyoal akses ke data sensitif dan perizinan secara lebih serius.
 
Selain itu, Google juga menyebut akan menghapus izin yang memungkinkan pengembang untuk merilis aplikasi yang mengharuskan pengguna memberikan akses ke SMS atau daftar panggilan telepon dari Google Play Store.
 
Kini, perusahaan teknologi raksasa ini mengumumkan akan mulai menghapus aplikasi yang meminta akses ke SMS atau daftar panggilan telepon dari Play Store selama beberapa minggu mendatang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aplikasi karya pengembang yang tidak mengirimkan formulir deklarasi menyoal perizinan akan dihapus dari Google Play Store.
 
Jika hal ini terjadi, pengembang memiliki dua pilihan, yaitu dengan mengirimkan versi baru tanpa perizinan tersebut, atau mengirimkan versi baru dari aplikasi bermasalah, namun dengan formulir deklarasi khusus di dalam Play Console.
 
Deklarasi ini akan memberikan pengembang tambahan waktu hingga 9 Maret untuk menghapus perizinan atau menerima persetujuan terkait kasus penggunaan mereka.
 
Langkah ini ditujukan Google untuk menghilangkan kasus aplikasi meminta izin akses ke SMS dan daftar panggilan telepon untuk dapat menikmati pengalaman tanpa memerlukan level akses ini.
 
Kebijakan baru ini akan membatasi akses pengembang terkait izin ke SMS dan daftar telepon, dan mengembangkan pengendalian pengguna terhadap data mereka.
 
Sebelumnya, Google mengumumkan sistem pesan Rich Communication Services (RCS) akan tersedia pada ponsel yang dirancang untuk Google Fi, dan akan diaktifkan secara otomatis. Sistem ini memungkinkan pengguna mengirimkan pesan sebanyak 8.000 karakter.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi