Nodeflux, Teknologi Keamanan Buatan Lokal di IMF Annual Meeting 2018

Cahyandaru Kuncorojati 16 Oktober 2018 11:03 WIB
cyber securitycorporate
Nodeflux, Teknologi Keamanan Buatan Lokal di IMF Annual Meeting 2018
Ilustrasi. (Kaspersky)
Jakarta: Perhelatan International Monetary Fund (IMF)-World Bank Group (WBG)
Annual Meeting di Bali, 8-14 Oktober 2018, baru saja usai.

Acara yang dihadiri perwakilan negara dan pihak swasta oleh kurang lebih 3.500 delegasi dari 189 negara, termasuk tokoh penting seperti pendiri Alibaba, Jack Ma, dan pendiri Bill & Melinda Gates Foundation Melinda Gates.

Tentu saja keamanan sudah pasti menjadi hal penting sejak acara belum dimulai. Di balik sistem dan prosedur keamanan yang ketat, ada perusahaan teknologi Tanah Air yang turut mendukung bernama Nodeflux.


Nodeflux adalah penyedia platform analitik video cerdas dan diklaim pertama di Indonesia yang didirikan tahun 2016 oleh Meidy Fitranti dan Faris Rahman. Nodeflux menyediakan teknologi surveillance berbasis kecerdasan buatan.



Bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia, Nodeflux menyediakan software license plate recognition (LPR) yang terhubung dengan kamera CCTV di seluruh titik penting dan teritegrasi ke database kendaraan nasional yang dimiliki kepolisian.

Nodeflux membantu kepolisian mengenali kendaraan yang keluar masuk area perhelatan penting tersebut. Selain itu Nodeflux juga menyediakan teknologi pengenalan wajah atau face recognition yang terhubung ke 155 juta data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Pihak Kepolisian Republik Indonesia dan Nodeflux menyebutkan sudah meyakini bahwa perpaduan kedua teknologi tadi turut menjadi faktor kunci fast response kepolisian dalam mengambil langkah keamanan yang cepat dan efektif termasuk melakukan pecegahan berlapis terhadap hal yang dihindari.

"Kami tentunya sangat berterima kasih, diberikan kepercayaan untuk berpartisipasi menunjang keamanan event-event besar dan bertaraf internasional," ungkap Meidy.

Dia menambahkan, teknologi yang disediakan Nodeflux bukan kali pertama diimplementasikan. Sebelumnya Nodeflux juga menyediakan teknologi yang sama untuk rangkaian acara Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.