Google mengumumkan kemampuan Assistant untuk menginformasikan prediksi keterlambatan penerbangan.
Google mengumumkan kemampuan Assistant untuk menginformasikan prediksi keterlambatan penerbangan.

Google Assistant Bisa Prediksi Keterlambatan Penerbangan

Teknologi google
Lufthi Anggraeni • 18 Desember 2018 09:42
Jakarta: Google mengumumkan sejumlah perubahan pada blog resminya, didukung alat yang diklaim untuk mempermudahkan perjalanan selama musim liburan. Perubahan ini termasuk kemampuan Google Assistant untuk memprediksi keterlambatan penerbangan.

Pengguna hanya perlu bertanya kepada Google Assistant, seperti pertanyaan, “Hei Google, apakah penerbangan saya tepat waktu?”, atau “Hei Google, bagaimana status penerbangan American Airlines dari Philadelphia ke Denver?”.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Google menggunakan data riwayat penerbangan dan pembelajaran mesin untuk membantunya memprediksi ketepatan waktu keberangkatan penerbangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Jika Google menilai bahwa akurasi prediksinya sebesar 85 persen atau lebih tinggi, maka Assistant akan menyampaikan informasi ini, beserta jangka waktu tunggu yang mungkin harus dihadapi oleh pengguna. Selain itu, Assistant juga akan menginformasikan alasan keterlambatan penerbangan tersebut. Google menyebut bahwa selama beberapa minggu mendatang, perusahaannya akan secara proaktif menginformasi pelancong saat penerbangan diprediksi mengalami keterlambatan.

Google juga mengingatkan pelancong bahwa jika menuju lokasi baru dan tidak familier, pengguna dapat memanfaatkan Google Maps. Mengusap ke arah atas dari tab Explore di bagian layar bawah akan menampilkan lokasi menarik untuk dikunjungi, restoran dan lainnya.

Sementara itu untuk pengguna yang tengah merencanakan liburan, Google turut menyarankan untuk memanfaatkan Google Search guna memperoleh informasi aktivitas yang dapat dilakukan di kota yang akan dikunjungi.


(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi