Sudah Punya 138 Juta Pengguna, Apa Langkah Netflix Berikutnya?
VP of Product Netflix Todd Yellin
Jakarta: Netflix menjadi salah satu layanan film streaming dengan jumlah pengguna terbanyak.  Sampai saat ini, mereka telah memiliki 138 juta pengguna secara global, dan pertumbuhan pengguna di luar AS dinilai terus memberikan tren positif.

Ini juga berdampak pada saham Netflix yang naik. Dengan jumlah pengguna sebanyak ini, apa yang ingin dilakukan Netflix selanjutnya?

Secara konten, Netflix akan menghadirkan film lebih banyak dari pasar Asia. Dalam acara See What’s Next Asia, Netflix mengumumkan 17 film yang akan diriis.


Dari Korea Selatan ada Kingdom dan Busted, dari Thailand ada The Stranded dan Shimmer, dan Taiwan punya Triad Princess.

Ada juga film animasi Jepang Pacific Rim, yang menggandeng Legendary Entertainment. Altered Carbon juga menjadi serial Netflix yang mendapatkan adaptasi anime.

“Netflix saat ini sudah kompatibel dengan 1.700 perangkat,” kata VP of Product Netflix Todd Yellin dalam acara See What’s Next Asia. Todd menegaskan timnya terus mengembangkan teknologi yang memungkinkan pengguna menonton dengan pengalaman terbaik, walaupun berpindah perangkat.

“Ada orang yang menonton di TV ruang keluarga, kemudian pindah ke kamar tidur. Karena penasaran, ia bukan Netflix lewat smartphone.”

Netflix sadar bahwa Asia punya pasar yang sangat besar. Selain menciptakan film berkualitas, Todd menjelaskan bahwa mereka terus menambahkan bebagai fitur yang sesuai dengan kebutuhan pengguna Asia.

“Di Korea Selatan, pengguna lebih suka streaming karena koneksi internet juga kencang. Sementara di India, konsumen lebih suka mengunduh untuk ditonton kemudian.” Ini merupakan salah satu alasan Netflix memasang pilihan mengunduh.

Pengguna mobile yang terus tumbuh membuat Netflix mencari cara untuk terus meningkatkan pengalaman menonton.

Selain fitur baru, mereka juga mengutak atik konten agar bisa tampil dengan performa terbaik tanpa mengurangi kualitas video. Artikel mengenai bagaimana cara mereka menggunakannya akan dibahas dalam artikel terpisah.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.