Nilai transaksi tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun lalu, bernilai Rp2,1 triliun. Dari nilai transaksi pada tahun ini, Nielsen menyebut bahwa sebesar 46 persen atau Rp3,1 triliun disumbang oleh produk lokal.
Hal ini dinilai selaras dengan fokus yang dicanangkan panitia Harbolnas tahun 2018 ini, yaitu untuk membantu meningkatkan daya jual produk lokal di e-commerce. Sementara itu, Nielsen juga menyebut partisipasi masyarakat juga meningkat hingga 46 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Pada Harbolnas 2018, partisipasi masyarakat Pulau Jawa meningkat secara signifikan, mencapai 56 persen, jika dibandingkan dengan Harbolnas 2017. Sedangkan partisipasi masyarakat di luar Pulau Jawa dilaporkan Nielsen, meningkat sebesar enam persen.
Riset ini juga menyebut Harbolnas membantu meningkatkan penggunaan dompet elektronik atau e-wallet sebagai alat bantu transaksi di e-commerce. Nielsen mencatat peningkatan dari 11 persen pada tahun 2017, menjadi 15 persen pada tahun 2018.
Selain itu, nilai transaksi di e-commerce meningkat 6,9 persen jika dibandingkan dengan nilai rata-rata transaksi harian. Selama periode Harbolnas 2018, Nielsen menyebut transaksi terbanyak terjadi pada pukul sembilan pagi hingga pukul tiga siang.
Sementara itu, kategori produk dengan nilai transaksi terbanyak diperoleh produk fesyen, kecantikan dan travel.
Untuk produk lokal, sebesar 56 persen masyarakat Indonesia membeli produk fesyen dan baju keluarga, dan sebanyak 26 persen masyarakat membeli produk kecantikan dan 16 persen membeli produk elektronik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News