Artificial Intelligence (Cadiz)
Artificial Intelligence (Cadiz)

Waspada Berita Hoax, Hasil dari ChatGPT dan Google Bard

Medcom • 03 Oktober 2023 08:33
Jakarta: Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan menjadi salah satu trend yang cukup sering dilakukan oleh pengguna internet belakangan ini. Demand Sage juga sudah merilis data yang memperlihatkan bahwa ChatGPT yang merupakan salah satu produk dari Open AI dan AI generatif bahwa platform tersebut mempunyai 100 Juta pengguna aktif.

Berdasarkan data tersebut juga menjadi salah satu bukti bahwa ChatGPT atau jasa AI menjadi salah satu hal yang cukup diandalkan. Selain ChatGPT, Google juga menghadirkan sebuah inovasi serupa yang dinamakan Google Bard.

Keduanya mempunyai fungsi yang sama, menjadi kecerdasan buatan yang berbasis teks, sehingga para pengguna bisa menanyakan hal apapun kepada Google Bard atau ChatGPT untuk kebutuhan masing-masing.

Secara singkat, ChatGPT atau Google Bard bisa melakukan kegiatan yang mampu menjawab sebagian besar pertanyaan adalah karena mereka merupakan program yang sudah terlatih, atau disebut sebagai ore-trained. Ini memang sudah dijelaskan pada Zapier yang mengatakan bahwa ChatGPT atau Google Bard adalah AI yang didasari oleh data dari para pengguna. 

Menggunakan Google Bard atau ChatGPT akan sangat membantu jika digunakan atau dimanfaatkan dengan hal yang positif. Mulai dengan membuat draft email, surat pernyataan, bahkan untuk mendapatkan berbagai referensi akademik. Jadi, hadirnya AI Generatif dari ChatGPT maupun Google Bard memang sangat membantu.

Baca Juga: Nvidia Pamer Laptop GeForce RTX 40 untuk Kebutuhan STEM dan Kreativitas

Lalu, apakah keduanya bisa digunakan untuk keperluan yang negatif? Jawabannya adalah sangat memungkinkan.  Pengguna sangat dimungkinkan dalam membuat konten yang tidak layak untuk dipublikasikan, hanya dengan berbasis teks.

Salah satu hal yang paling mudah untuk dilakukan adalah dalam pembuatan berita hoaks atau berita palsu, ChatGPT dan Google Bard mampu untuk menciptakan berita palsu dengan kualitas yang cukup menjanjikan.

Seperti yang diketahui, dalam mengoperasikan ChatGPT atau Google Bard, kamu hanya diminta untuk menuliskan prompt yang sudah disediakan pada kolom layaknya kolom chat pada aplikasi pengirim pesan. Kamu bisa menuliskan prompt atau kalimat tanya, hingga kalimat perintah apa saja dan kemudian ChatGPT atau Google Bard akan menjawab berdasarkan apa yang kamu perintahkan.

Maka dari itu, untuk membuat berita palsu kamu hanya diperlukan untuk memerintahkan ChatGPT atau Google Bard dalam membuat berita palsu. “Buatkan saya Berita palsu”. Maka, dalam hitungan detik berita palsu tersebut akan secara instan tercipta.

Hadirnya kemampuan ini bisa saja digunakan untuk hal yang tidak seharusnya dilakukan. Jika beberapa pengguna memanfaatkan AI sebagai alat dalam melakukan tindakan negatif, maka akan sangat membahayakan orang yang ditargetkan. 

Berita palsu Google Bard

Waspada Berita Hoax, Hasil dari ChatGPT dan Google Bard
Google Bard yang merupakan generatif AI berbasis teks ini sudah disebutkan mampu untuk membuat berita palsu. Terlihat bahwa Google Bard membuat berita tentang Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang membubarkan DPR RI pada 2 Oktober 2023. Pada bagian lead tersebut juga terlihat layaknya sebuah berita yang dipublikasikan, karena terdapat keterangan tempat dan juga keterangan waktu.

Kemudian, terdapat kutipan langsung yang diucapkan oleh Jokowi terkait pembubaran tersebut. Hadirnya aspek tersebut menjadi salah satu hal yang membuat berita palsu tersebut menjadi lebih diyakinkan sebagai berita yang resmi.

Namun, pada platform Google Bard sendiri diperlihatkan bahwa mereka menyediakan sebuah disclaimer yang menetapkan bahwa itu merupakan berita palsu. Bahkan, Google Bard sendiri meyakini bahwa Presiden Jokowi tidak pernah membubarkan DPR RI.

Berita Palsu ChatGPT

Waspada Berita Hoax, Hasil dari ChatGPT dan Google Bard
Berbeda dengan Google Bard, ChatGPT menjadi salah satu platform generatif AI berbasis teks yang tergolong sulit dalam membuat berita palsu. Pada platform tersebut, prompt yang kamu gunakan harus sangat jelas, sehingga ChatGPT mampu untuk bisa menciptakan berita palsu.

Terlihat bahwa untuk membuat berita palsu di ChatGPT tergolong jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan Google Bard. Kamu harus menyertakan sebuah kalimat yang mendukung agar AI tersebut bisa membuat berita palsu.

Dari kedua platform AI berbasis teks, mulai dari ChatGPT dan juga Google Bard, maka pengguna bisa saja membuat berita berkualitas tetapi tanpa adanya fakta. Maka sangat disarankan untuk pengguna internet agar bisa memilah informasi yang mereka terima.

Selain itu, jika kamu memanfaatkan teknologi AI dengan tujuan yang positif, maka akan sangat membantu para penggunannya dalam menjalankan produktivitas mereka. Teknologi akan sangat bermanfaat jika digunakan dengan tujuan yang positif. (Christopher Louis)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA