foto: Woobiz
foto: Woobiz

Strategi Woobiz Kurangi Angka Pengangguran di Tengah Pandemi

Cahyandaru Kuncorojati • 20 Desember 2021 15:18
Jakarta: Tak dapat dipungkiri bahwa pandemi telah memberikan dampak yang signifikan bagi banyak orang terutama dalam keadaan sosial dan ekonomi.
 
Berdasarkan data yang dilansir oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 3,5 juta masyarakat harus kehilangan pekerjaan dan tidak mendapatkan penghasilan akibat pandemi Covid-19.
 
“Sejak awal kami hadir, Woobiz memiliki visi untuk dapat berkontribusi dalam meningkatkan taraf ekonomi Indonesia dan memberikan solusi kepada masyarakat untuk menghadapi berbagai tantangan finansial. Kami sangat mengapresiasi komitmen para mitra yang senantiasa #BeraniMelangkah bersama kami untuk kehidupan yang lebih baik,” kata Rorian Pratyaksa, CEO Woobiz.
 
Salah satu solusi yang dihadirkan Woobiz adalah aplikasi Woobiz Mitra Keliling, program yang membantu mitra mendapatkan penghasilan melalui berjualan keliling.

Mitra diklaim dapat berinteraksi secara langsung ke toko kecil, warung di lingkungan sekitarnya, maupun melalui WhatsApp untuk menawarkan katalog produk. Setelah mendapat pesanan, mitra dapat memesan produk secara online melalui aplikasi Woobiz Mitra Keliling.
 
“Sebelum saya bergabung, saya hampir putus asa karena kehilangan pekerjaan dan kesulitan mencari pekerjaan baru walau telah mencoba berbagai cara. Semenjak bergabung dalam aplikasi Woobiz Mitra Keliling, saya berhasil mendapatkan penghasilan tambahan," kata Agung, seorang pekerja lepas di Bandung.
 
Selain memberikan peluang bisnis, Woobiz memberikan bimbingan serta pelatihan tentang bagaimana cara menjual dan mempromosikan produk bagi para mitra melalui program Wooniversity.
 
Berdasarkan data World Economic Forum, kesenjangan pendapatan antara laki-laki dan perempuan masih menjadi isu besar, baik di negara berkembang maupun maju.
 
Di Indonesia, International Labour Organization (ILO) mencatat kesenjangan pendapatan mencapai 20,2 persen dari rata-rata skor global 18,8 persen meskipun jumlah perempuan maupun laki-laki di Indonesia hampir setara, yaitu laki-laki berjumlah 50,85 persen dan perempuan berjumlah 49,92 persen dari keseluruhan penduduk Indonesia. 
 
Memahami hal tersebut, Presiden Jokowi menekankan pentingnya untuk mendorong penguatan peran UMKM dan perempuan yang disampaikan pada pidato KTT G20. Berbagai inisiatif telah dikeluarkan oleh pemerintah guna meningkatkan inklusi keuangan UMKM dan perempuan seperti permodalan khusus, pembangunan infrastruktur digital, dan kerja sama teknologi untuk meningkatkan literasi digital.
 
Melalui solusi lainnya dari Woobiz, yaitu aplikasi Woobiz Mitra App, Woobiz memberikan akses ke berbagai macam produk yang bisa dipesan untuk dijual kembali melalui media sosial, seperti WhatsApp, atau menawarkan produk secara langsung pada komunitas di sekitarnya.
 
“Walaupun di rumah saja, saya tetap bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari berjualan sambil mengurus anak-anak. Terlebih lagi saya sering dapat ekstra komisi dan ongkos kirimnya juga murah banget,” ujar Ana Defi, ibu rumah tangga. 
 
Saat ini, Woobiz mengklaum telah mampu memberdayakan lebih dari 22.000 mitra di 17 kota yang tersebar di empat provinsi, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Banten.
 
Woobiz memahami bahwa kesenjangan literasi digital dapat menjadi faktor tantangan finansial, terlebih lagi di masa yang terus berkembang pesat dengan tingginya adopsi teknologi seperti sekarang ini.
 
“Dengan tiga landasan utama yaitu pemberdayaan, dampak, dan kepercayaan, kami akan terus mengembangkan bisnis kami untuk dapat senatiasa berkontribusi terhadap masyarakat dengan jangkauan yang lebih luas lagi dan menciptakan perubahan yang berarti serta bangkit dari kesulitan di masa pandemi” tutup Rorian.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA