Ilustrasi: Kaspersky
Ilustrasi: Kaspersky

Waspada! Tren Karikatur AI Viral Jadi Informasi Gratisan Penjahat Siber

Mohamad Mamduh • 25 Februari 2026 15:06
Ringkasnya gini..
  • Praktik berbagi konteks pribadi dengan alat-alat ini dapat membuka peluang besar terjadinya penipuan digital yang lebih canggih.
  • Informasi lengkap mengenai kebiasaan, hubungan, dan tanggung jawab profesional ini kemudian dapat dieksploitasi oleh pelaku kejahatan siber.
  • Wilayah dengan adopsi AI yang terdepan namun literasi teknis yang masih tertinggal, potret digital ini menjadi peta berbahaya.
Jakarta: Sebuah tren baru yang tengah viral di media sosial, di mana pengguna meminta alat Kecerdasan Buatan (AI) untuk membuat karikatur atau ilustrasi berdasarkan kehidupan, pekerjaan, dan semua yang diketahui AI tentang mereka, memicu peringatan serius dari ahli keamanan siber.
 
Kaspersky memperingatkan bahwa praktik berbagi konteks pribadi dengan alat-alat ini dapat membuka peluang besar terjadinya penipuan digital yang lebih canggih.
 
Meskipun tren ini dianggap sebagai hiburan yang kreatif, ahli Kaspersky menegaskan bahwa jenis permintaan ini jauh lebih dari sekadar filter visual sederhana. Untuk menghasilkan gambar yang akurat—menampilkan versi animasi orang tersebut di kantor, bersama keluarga, atau mewakili profesi—pengguna secara implisit mengizinkan alat AI mengakses semua informasi terkait dengan profil mereka tanpa batasan.

Selain foto referensi, data tambahan seperti nama perusahaan, logo, jabatan, kota, rutinitas harian, hobi, hingga detail keluarga sering kali disertakan. Setiap poin data ini, ketika digabungkan dengan gambar dan teks, menjadi bagian penting dalam membangun profil digital yang sangat detail.
 
Informasi lengkap mengenai kebiasaan, hubungan, dan tanggung jawab profesional ini kemudian dapat dieksploitasi oleh pelaku kejahatan siber untuk membuat penipuan yang lebih canggih.
 
Akibatnya, upaya penipuan menjadi jauh lebih meyakinkan karena penipu dapat menyebutkan tempat seseorang bekerja, jabatan, atau bahkan anggota keluarga. Hal ini meningkatkan kemungkinan korban untuk membagikan informasi sensitif atau uang.
 
Risiko ini sangat nyata di kawasan Asia Pasifik. Adrian Hia, Managing Director untuk Asia Pasifik di Kaspersky, menyatakan, "Tren viral pembuatan karikatur kehidupan kita ini mungkin tampak seperti hiburan yang tidak berbahaya, tetapi sebenarnya merupakan informasi sukarela bagi penjahat siber".
 
Ia menambahkan bahwa di wilayah dengan adopsi AI yang terdepan namun literasi teknis yang masih tertinggal, potret digital ini menjadi peta berbahaya. "Pada dasarnya kita memberi penipu 'konteks' yang mereka butuhkan untuk mengubah email phishing generik menjadi penipuan yang sangat personal dan meyakinkan," tambahnya.
 
Untuk mengurangi risiko, para ahli Kaspersky merekomendasikan langkah-langkah kebersihan digital saat berpartisipasi dalam tren ini:
 
1. Hindari memasukkan data yang dapat diidentifikasi dalam kolom isian, seperti nama lengkap, jabatan, perusahaan, alamat, atau rutinitas harian.
 
2. Jangan mengunggah foto yang menampilkan logo, dokumen, plat nomor kendaraan, layar, atau elemen apa pun yang dapat mengaitkan Anda dengan suatu organisasi atau membantu menemukan.
 
3. Jangan membagikan informasi atau gambar anak di bawah umur, atau mengungkapkan detail keluarga yang dapat digunakan untuk merancang penipuan emosional.
 
4. Tinjau kebijakan privasi dan izin platform sebelum menggunakannya, terutama mengenai penyimpanan konten dan penggunaan data untuk pelatihan atau peningkatan layanan AI.
 
5. Lengkapi dengan perlindungan digital aktif seperti solusi keamanan siber yang membantu mengurangi risiko dari tautan berbahaya, unduhan berbahaya, dan teknik phishing.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA