Foto: Schneider Electric
Foto: Schneider Electric

Computex 2026

Jawab Tantangan AI, Schneider Electric Bahas Solusi Infrastruktur Masa Depan

Mohamad Mamduh • 03 Juni 2026 20:41
Ringkasnya gini..
  • AI factory berskala gigawatt bukan soal data center dengan ukuran yang lebih besar.
  • Digital twin berbasis AI memiliki peran penting dalam model ini.
  • Di Computex 2026, Schneider Electric menampilkan berbagai solusi yang dirancang untuk mendukung lingkungan data center generasi berikutnya yang siap AI.
Jakarta: Seiring dengan semakin meluasnya adopsi Artificial Intelligence (AI) dalam operasional bisnis sehari-hari di berbagai industri, infrastruktur pendukungnya pun perlu terus berkembang.
 
Infrastruktur ini harus mampu mendukung penggunaan AI dalam skala besar, sekaligus tetap andal, tangguh, efisien, dan berkelanjutan. Di ajang Computex 2026, Schneider Electric menyoroti bagaimana pelaku industri dapat bersiap menghadapi fase baru dari infrastruktur AI ini.
 
Kehadiran AI telah menciptakan kebutuhan baru yang mengubah lanskap data center tradisional menjadi AI factory. Fasilitas AI factory ini membutuhkan pasokan daya yang jauh lebih besar dibandingkan data center tradisional. Kebutuhannya melonjak tajam dari sekitar 20 kilowatt pada konfigurasi high-density konvensional menjadi sekitar 150 kilowatt. Bahkan, industri saat ini sudah mulai bersiap menuju penggunaan rak berskala megawatt di masa depan.

Perubahan masif ini memengaruhi cara data center dirancang dan dioperasikan. AI factory kini perlu direncanakan dengan pemahaman yang lebih menyeluruh terhadap seluruh siklus hidupnya, mulai dari tahap desain dan simulasi, pembangunan, operasional, hingga pemeliharaan.
 
Di Asia Pasifik, International Data Corporation (IDC) memperkirakan bahwa 65% dari 2.000 perusahaan terbesar akan mengoperasikan AI factory sebagai infrastruktur utama mereka pada tahun 2028. Bagi perusahaan, hal ini menciptakan beberapa prioritas penting, yaitu deployment yang lebih cepat, uptime yang lebih tinggi, efisiensi energi yang lebih baik, sistem pendinginan yang dapat diskalakan, serta kepastian yang lebih besar sebelum proses konstruksi dimulai.
 
Di sinilah peran reference design menjadi sangat krusial. Schneider Electric telah bekerja sama dengan NVIDIA dalam mengembangkan reference design untuk AI data center. Desain ini dibuat untuk mengurangi ketidakpastian sebelum proses deployment, membantu pelanggan memahami keseluruhan sistem sejak tahap awal, dan mengambil keputusan yang lebih baik sebelum konstruksi atau instalasi dimulai.
 
Seiring meningkatnya kepadatan daya pada rak AI, pendekatan distribusi daya rak tradisional menggunakan 48–54 VDC dan suplai 480 VAC menjadi semakin sulit diskalakan. Tantangan ini semakin nyata ketika kebutuhan daya mendekati lebih dari 400 kW per rak. Pada tingkat ini, operator menghadapi tantangan rumit seperti kepadatan kabel dan konektor, keterbatasan ruang rak, serta kapasitas busbar.
 
Untuk mendukung beban kerja AI generasi berikutnya, data center perlu memindahkan proses konversi daya dari AC ke DC ke luar dari rak IT dan menyalurkan daya pada tegangan yang lebih tinggi. Sebagai solusi praktis, Sidecar 800VDC dari Schneider Electric menawarkan jalur baru untuk data center AI dengan kepadatan daya yang lebih tinggi. Dalam pendekatan ini, konversi AC ke 800VDC ditempatkan di rak daya khusus yang berada tepat di samping rak IT.
 
Langkah ini membantu membebaskan ruang penting di rak untuk komputasi, mengurangi kepadatan kabel dan komponen di dalam rak IT, serta memperkenalkan teknologi 800VDC dengan gangguan yang lebih minim terhadap infrastruktur berbasis AC yang sudah ada.
 
Pendekatan sidecar juga dinilai sebagai langkah awal yang lebih rendah risiko karena area potensi gangguan dibatasi hanya pada satu rak IT. Selain itu, solusi ini dapat membantu mempercepat proses kualifikasi dan commissioning, serta memanfaatkan perkembangan dari rantai pasok kendaraan listrik yang sudah lebih matang.
 
AI factory berskala gigawatt bukan cuma soal data center dengan ukuran yang lebih besar. Infrastruktur ini berkembang menjadi aset industri besar yang membutuhkan sistem pendingin cair untuk keseluruhan fasilitas, sistem kelistrikan setara gardu induk, kebutuhan air dan pembuangan panas yang signifikan, integrasi dengan jaringan listrik, serta persyaratan keselamatan dan perizinan yang ketat. Oleh karena itu, AI factory perlu dirancang, dibangun, dan dioperasikan dengan disiplin yang sama seperti pabrik industri berskala besar.
 
Di sinilah industrial intelligence menjadi sangat penting, yaitu dengan menggabungkan insight berbasis data, industrial AI, dan keahlian manusia. Dalam praktiknya, hal ini berarti memanfaatkan data engineering, simulasi berakurasi tinggi, data operasional real-time, serta analitik tingkat lanjut di seluruh siklus hidup data center.
 
Digital twin berbasis AI memiliki peran penting dalam model ini. Dengan menghubungkan desain, simulasi, pembangunan, operasional, dan optimasi dalam satu lingkungan digital, tim dapat memahami dengan lebih baik bagaimana fasilitas fisik akan bekerja, baik sebelum maupun setelah mulai beroperasi.
 
Di Computex 2026, Schneider Electric menampilkan berbagai solusi yang dirancang untuk mendukung lingkungan data center generasi berikutnya yang siap AI dan memiliki berdensitas tinggi. Beberapa solusi yang dipamerkan meliputi HVDC 800V Power Sidecar, yaitu arsitektur 800VDC yang siap diterapkan di lapangan, dirancang untuk mendukung penyaluran daya berskala megawatt bagi rak AI generasi berikutnya.
 
Kemudian ada solusi industrial digital twin dari AVEVA. Ini menggabungkan data industri, perangkat lunak aplikasi, dan platform CONNECT intelligence untuk menciptakan digital twin yang komprehensif. Solusi ini menyatukan ET, OT, dan IT, mempercepat penciptaan nilai, mengurangi biaya IT, serta mengoptimalkan hasil industri.
 
Ketiga ada ETAP Digital Twin Platform, terintegrasi yang dibangun di atas fondasi multidimensi. Platform ini memungkinkan desain, analisis, manajemen, dan operasional yang lebih efisien, sekaligus mendorong transformasi digital menyeluruh yang dapat beradaptasi dengan perubahan sistem.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA