Lenovo Tech World 26 Hong Kong
Lenovo Tech World 26 Hong Kong

Lenovo Tech World 26 Hong Kong

Lenovo Percepat Adopsi AI Nyata di Tech World 26 Hong Kong

Mohamad Mamduh • 11 Maret 2026 09:31
Ringkasnya gini..
  • Perusahaan-perusahaan kini beralih dari eksperimen AI menuju sistem agen operasional yang mampu bernalar.
  • Pendekatan Hybrid AI dari Lenovo mengintegrasikan tiga pilar utama untuk mengatasi tantangan adopsi.
  • Demonstrasi praktis aplikasi AI di Tech World 26 Hong Kong mencakup kerja sama dengan FIFA dan 15th National Games (Hong Kong Region) di bidang olahraga.
Hong Kong: Lenovo memamerkan kemampuan AI globalnya dalam ajang Tech World 26 Hong Kong. Digelar Selasa 10 Maret 2026 di Hong Kong Convention and Exhibition Center, sejumlah solusi ini mendukung prioritas pengembangan AI di sektor industrialisasi, pemberdayaan talenta, dan kolaborasi ekosistem.
 
Seiring visi Hong Kong untuk memperkuat inovasi dan teknologi sebagai pilar pertumbuhan ekonomi, perusahaan-perusahaan kini beralih dari eksperimen AI menuju sistem agen operasional yang mampu bernalar, merencanakan, dan bertindak dalam lingkungan dunia nyata.
 
Menanggapi pergeseran ini, Lenovo memperkenalkan pendekatan Hybrid AI yang bertujuan membantu perusahaan menerapkan, mengatur, dan menskalakan AI secara bertanggung jawab di berbagai industri dan infrastruktur.

"AI sedang memasuki fase baru implementasi dan dampak terukur," ujar Ken Wong, Executive Vice President dan President, Solutions & Services Group, Lenovo. Ia menambahkan bahwa seiring Hong Kong mempercepat adopsi AI di berbagai sektor, kesuksesan akan bergantung pada infrastruktur tepercaya, tata kelola yang kuat, dan kolaborasi ekosistem.
 
Pendekatan Hybrid AI dari Lenovo mengintegrasikan tiga pilar utama untuk mengatasi tantangan adopsi, yaitu Personal AI untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja, Enterprise AI untuk mengatur dan mengelola sistem multi-agen, serta Public AI untuk memungkinkan kolaborasi tingkat ekosistem dan kota.
 
Dalam laporan CIO Playbook 2026 yang dikembangkan bersama IDC, meskipun investasi AI terus meningkat secara global dan di Hong Kong, banyak organisasi menghadapi kesenjangan kesiapan dan tata kelola. Di Hong Kong, 50% organisasi yang disurvei memperkirakan membutuhkan waktu lebih dari 12 bulan untuk mencapai kesiapan AI.
 
Sementara itu, 47% organisasi di seluruh Asia Pasifik masih dalam proses pengembangan kebijakan AI yang belum diterapkan—hal ini mengindikasikan bahwa tantangan utama terletak pada eksekusi, tata kelola, dan integrasi, bukan pada akses teknologi.
 
Paul Chan, Financial Secretary Daerah Administratif Khusus Hong Kong, turut hadir dan menyatakan bahwa setiap ekonomi besar mengakui pentingnya AI secara strategis. Hong Kong sedang mengembangkan AI sebagai industri strategis tersendiri dan memanfaatkannya sebagai pendorong yang kuat di seluruh perekonomian, yang ia sebut sebagai AI Plus. 
 
Demonstrasi praktis aplikasi AI di Tech World 26 Hong Kong mencakup kerja sama dengan FIFA dan 15th National Games (Hong Kong Region) di bidang olahraga, kemitraan dengan DreamWorks di bidang hiburan, serta kolaborasi dengan perusahaan robotik Yunji Technology dan perusahaan pengemudi otonom WeRide. Semua ini menyoroti bagaimana AI dapat beroperasi dalam lingkungan kompleks dan real-time. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA