Ilustrasi: BioNemo
Ilustrasi: BioNemo

GTC Berlin Digelar, Dorong Penemuan Obat Pakai AI Agentic dan Open Source

Mohamad Mamduh • 21 Oktober 2026 18:40
Ringkasnya gini..
  • FD4-Proteina, sebuah model terbuka berbasis BioNeMo yang menggabungkan perancangan protein terprogram dengan kemampuan pencarian molekuler.
  • Meliputi perancangan protein untuk menghentikan proses penyakit hingga mendeteksi indikator penyakit pada uji diagnostik.
  • Sistem kesehatan di Eropa juga mengadopsi teknologi Nemotron, Cosmos, dan Omniverse.
Jakarta: NVIDIA mengumumkan kolaborasi strategis bersama organisasi kesehatan dan riset global dalam ajang GTC Berlin untuk memajukan desain protein, mempercepat penemuan obat, serta meningkatkan presisi perawatan kanker. Langkah ini didukung oleh peluncuran model terbuka baru bernama RFD4-Proteina serta integrasi kecerdasan buatan (agentic dan physical AI) di seluruh ekosistem medis.

NVIDIA bersama UW Medicine Institute for Protein Design meluncurkan RFD4-Proteina, sebuah model terbuka berbasis BioNeMo yang menggabungkan perancangan protein terprogram dengan kemampuan pencarian molekuler. Model AI ini memungkinkan para peneliti merancang dan menyempurnakan struktur protein secara spesifik menggunakan masukan molekuler, batasan fungsi, dan tujuan penilaian.

Aplikasi potensial teknologi ini meliputi perancangan protein untuk menghentikan proses penyakit hingga mendeteksi indikator penyakit pada uji diagnostik. Dalam uji tolok ukur, RFD4-Proteina berhasil mencatatkan tingkat keberhasilan desain komputasi dan generation throughput yang lebih tinggi dibanding baseline pada empat bidang utama: pengikatan protein, pengikatan molekul kecil, perancah enzim, dan pengikatan DNA.

Model terbuka ini sekarang dapat diakses melalui berbagai platform global seperti Amazon Bio Discovery, Anthropic Claude Science, Benchling, Databricks, Google Cloud, Hugging Face, Nebius, OpenAI, dan Tamarind Bio.

Di bidang penanganan kanker, Siemens Healthineers berkolaborasi dengan NVIDIA untuk mengembangkan sistem radioterapi adaptif generasi berikutnya yang didukung kecerdasan agen dan robotik. Proyeksi menunjukkan bahwa sekitar 35 juta orang di seluruh dunia akan terdiagnosis kanker setiap tahunnya pada 2050, sehingga peningkatan efisiensi dan presisi pengobatan menjadi sangat penting untuk melindungi jaringan sehat pasien.

Kolaborasi ini memanfaatkan model fondasi terbuka Nemotron untuk menjalankan perencanaan bersama berbasis agen (agentic co-planning), membantu dokter spesialis onkologi mengevaluasi serta menyesuaikan strategi perawatan spesifik bagi setiap pasien. Sistem ini dipadukan dengan kalkulasi dosis dipercepat CUDA dan platform Holoscan untuk menghubungkan data sensor langsung secara real-time.

Guna mempercepat siklus penemuan obat, perusahaan teknologi riset seperti Automata, Benchling, Biolevate, Boltz, Danaher (Genedata), Hologen, dan Therna Biosciences memanfaatkan platform terbuka BioNeMo. Penggunaan agen ilmiah (scientific agents) ini memungkinkan otomatisasi laboratorium, prediksi struktur molekul, analisis citra klinis, hingga perancangan obat berbasis RNA.

Sistem kesehatan di Eropa juga mengadopsi teknologi Nemotron, Cosmos, dan Omniverse. Perusahaan seperti Avelios, Corti, Dedalus, Dawn Health, dan Sword membangun asisten medis AI (AI scribes) dan layanan pendukung pasien. Sementara itu, Apian dan VitVio memanfaatkan model digital twin untuk memantau serta meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit secara fisik.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA