Apple dilaporkan berencana untuk memindahkan sekitar 20 persen produksi iPhone ke India.
Apple dilaporkan berencana untuk memindahkan sekitar 20 persen produksi iPhone ke India.

Apple akan Pindahkan 20% Produksi iPhone dari Tiongkok ke India

Teknologi teknologi apple
Lufthi Anggraeni • 12 Mei 2020 15:56
Jakarta: Eksekutif Apple dilaporkan telah melakukan pertemuan dengan pemerintah utama India untuk mengeksplorasi peluang memindahkan sebagian besar produksi iPhone dari Tiongkok ke India, berpotensi meningkatkan pendapatan manufaktur negara tersebut.
 
Mengutip The Economic Times, pendapatan manufaktur India disebut berpotensi untuk meningkat hingga USD40 miliar (Rp596,8 triliun) dalam kurun waktu lima tahun mendatang, sebagai dampak dari keputusan tersebut.
 
Sebagai informasi, Apple tidak memiliki pasar besar di India, dan menurut pejabat pemerintah terkait, Apple berencana menjadikan India sebagai basis manufaktur baru produk karyanya, dan diutamakan untuk ekspor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini diperkirakan bertujuan untuk mendiversifikasikan produksinya di luar Tiongkok. Apple juga dilaporkan akan memindahkan sebesar 20 persen produksi iPhone ke India. Pejabat pemerintah India juga memprediksi ekspor ponsel mobile negaranya akan melampaui USD100 miliar (Rp1.491 triliun) pada tahun 2025.
 
Dari tahun 2019 hingga 2020, ekspor smartphone ke luar wilayah India mencapai sekitar USD3 miliar (Rp44,7 triliun). Sebagai informasi, Apple telah memproduksi sejumlah unit iPhone XR di India, via mitra utamanya, Foxconn.
 
Dan via mitra lain yaitu Winstron, Apple pernah memproduksi iPhone SE generasi pertama, iPhone 6S dan iPhone 7 di India, namun kini tidak lagi dilanjutkan. Sebelumnya, selama kuartal ini, Apple akan memproduksi jutaan AirPods di Vietnam.
 
Apple juga dilaporkan bahwa akan memproduksi tiga hingga empat juta unit atau sekitar 30 persen dari produksi AirPods klasik secara keseluruhan di Vietnam. Namun untuk saat ini, Apple belum memindahkan lokasi perakitan AirPods premium karyanya ke Vietnam.
 
Sementara itu, Apple dilaporkan akan mulai membuka kembali sejumlah toko tersebut pada pekan depan. Perwakilan Apple menyebut pihaknya tetap akan menerapkan protokol jaga jarak sosial, yang hanya mengizinkan pengunjung dalam jumlah terbatas dalam toko ritel mereka.
 
Namun untuk mencegah waktu tunggu yang terlalu lama, Apple menyarankan konsumen untuk tetap membeli secara online dengan opsi pengiriman produk ke rumah atau penjemputan di toko.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif