Google meghentikan pengembangan Folder aman dengan dukungan teknologi enkripsi.
Google meghentikan pengembangan Folder aman dengan dukungan teknologi enkripsi.

Google Hentikan Pengembangan Folder Aman dengan Dukungan Enkripsi

Teknologi teknologi google
Lufthi Anggraeni • 30 Juni 2020 11:25
Jakarta: Untuk menghentikan pelaku kejahatan dan pengguna dengan niatan buruk lain dalam mencuri data pribadi, Google dilaporkan berencana untuk menciptakan folder aman di dalam aplikasi Files by Google.
 
Folder ini hanya dapat diakses dengan menggunakan PIN atau password. Selain itu, informasi di dalam folder akan terenkripsi dan tidak dapat diakses oleh aplikasi lain. Sayangnya, folder ini tidak pernah secara resmi diumumkan oleh Google.
 
XDA Developer berhasil memanfaatkannya selama beberapa minggu lalu, namun unggahan di akun Twitter milik Mishaal Rahman dari XDA menyatakan bahwa Google telah menghentikan pengembangan proyek folder ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam upaya untuk mengakses folder aman ini, XDA disambut oleh banner dari Google yang menyebut bahwa ‘Folder aman tidak lagi didukung. File baru tidak dapat disimpan di folder ini. File yang masih tersimpan di folder aman akan segera dipindahkan atau dihapus’.
 
Kini, pengguna mungkin ingin mengetahui alasan Google menampilkan banner yang mengingatkan pengguna Android bahwa fitur yang tidak pernah ditawarkan kepada publik ini tidak akan berfungsi. Phone Arena menyampaikan penjelasan singkat menyoal hal ini.
 
Banner ini tidak ditujukan untuk publik dan ditujukan untuk pegawai Google yang memanfaatkan fitur tersebut, artinya Google telah mulai menguji fitur ini secara internal.
 
Sebelumnya, pada tanggal 29 Juni lalu, mesin pencarian Google menampilkan konten Google Doodle yang berada di atas kolom pencarian, memperlihatkan sebuah pemandangan sawah bertingkat.
 
Gambar Doodle ini bertema Celebrating Subak, dan subak yang dimaksud adalah sistem irigasi lahan pertanian atau sawah di Bali yang dibentuk menjadi sawah bertingkat. Sebab pada tanggal 29 Juni 2012 lalu, UNESCO secara resmi mengakui bahwa subak Bali masuk dalam daftar warisan dunia yang dimiliki oleh Indonesia.
 
Sementara itu, Aplikasi Google Phone dilaporkan akan menerima fitur Verified Calls, berkemampuan untuk menampilkan nama, logo, dan alasan bisnis menelpon pengguna. Informasi menyoal fitur ini pertama kali muncul pada halaman dukungan Google.
 
Fitur ini mengandalkan bisnis mencantumkan nomor ponsel mereka, nomor ponsel pengguna, dan alasan untuk panggilan teleponnya secara langsung ke Google, kemudian mendistribusikan informasi ini ke aplikasi Phone.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif