Untuk memperkuat penetrasi pasar, khususnya di Indonesia, Innergie tengah membentuk tim penjualan baru. Meskipun saat ini produk mereka sudah masuk ke Indonesia, Innergie mengaku belum memiliki distributor resmi yang stabil setelah sebelumnya sempat bekerja sama dengan mitra lokal. Oleh karena itu, mereka menargetkan dapat menggandeng mitra channel baru di Indonesia pada akhir tahun ini.
Dalam transisi pasar ini, Innergie membawa misi besar untuk menggeser dominasi pangsa pasar adaptor konvensional melalui lini Power Delivery (PD) charger mereka. Produk unggulan yang diperkenalkan mencakup seri PD charger 70W dan 100W. Salah satu daya tarik utamanya adalah pengisi daya 100W yang dilengkapi dengan dua kabel berbeda, dirancang untuk menyuplai daya perangkat berat seperti laptop.
Selain pengisi daya portabel, Innergie juga memamerkan ekosistem pengisian daya yang lengkap untuk berbagai kebutuhan konsumen. Mereka menghadirkan adaptor pengisi daya mobil yang dirancang ringkas agar muat di berbagai jenis case mobil, serta menyediakan varian berdaya besar 200W dan 400W untuk kebutuhan stasiun kerja (workstation) di dalam mobil.
Untuk lini pengisian daya portabel harian, Innergie menyiapkan power bank berkapasitas 10.000 mAh yang ramah pengguna iPhone, produk pendukung berupa buku catatan kecil bernama Energy Note seharga Rp20.000, serta adaptor internasional 17W. Tidak ketinggalan, ada pula perangkat power station atau UPS jumbo yang mampu mengisi daya satu laptop dan dua ponsel secara bersamaan.
Di samping fungsionalitas pengisian daya, Innergie juga sangat memperhatikan aspek ketangguhan produk dalam menghadapi cuaca ekstrem. Di wilayah Asia, khususnya di Taiwan, bencana banjir dan hujan sering kali memutus aliran listrik, sehingga masyarakat membutuhkan dukungan daya cadangan.
Oleh karena itu, mereka sedang mengembangkan fungsi air proof atau tahan air pada perangkatnya demi mendukung aktivitas luar ruangan seperti berkemah maupun misi penyelamatan darurat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News