Tim Labmino dari UI
Tim Labmino dari UI

RunSight, Kacamata Pintar Berbasis AI dari Tim Labmino UI

Mohamad Mamduh • 05 Maret 2026 23:46
Ringkasnya gini..
  • Perbedaan mendasar ini mendorong Tim Labmino melakukan pivot dalam perjalanannya.
  • Berdasarkan analisis tersebut, sistem akan memberikan instruksi suara secara real-time.
  • Ke depan, Tim Labmino membawa semangat untuk terus mengembangkan RunSight.
Jakarta: Semangat inovasi yang didorong oleh empati kembali mengukir prestasi bagi Indonesia. Tim Labmino, yang baru saja diumumkan sebagai Global Ambassador Samsung Solve for Tomorrow (SFT), telah mengembangkan RunSight, sebuah prototipe kacamata pintar berbasis Kecerdasan Buatan (AI).
 
Perangkat ini berfungsi sebagai virtual running guide yang dirancang khusus untuk meningkatkan keselamatan dan kemandirian penyandang disabilitas visual saat berlari di lintasan, mewujudkan akses olahraga yang lebih inklusif.
 
Tim Labmino, yang berasal dari Universitas Indonesia, mengakui bahwa program Samsung Solve for Tomorrow (SFT) berperan vital. SFT sudah menjadi sebuah ekosistem pembelajaran yang terstruktur, memberikan ruang bagi tim untuk memvalidasi masalah, merancang prototipe, hingga menguji dampak inovasi mereka di lapangan. Program ini menjembatani hasil riset kampus dengan solusi nyata yang aplikatif dan berdampak bagi masyarakat.

Pengembangan RunSight bermula dari eksplorasi berbasis empati. Pada tahap awal, tim berfokus pada solusi navigasi umum untuk mobilitas harian. Melalui serangkaian observasi mendalam dan wawancara langsung, mereka menemukan celah kebutuhan yang lebih spesifik: tantangan keselamatan saat berlari.
 
Lari memiliki tuntutan yang berbeda; kecepatan yang lebih tinggi, risiko tabrakan yang lebih besar, dan perlunya arahan yang cepat serta mudah dipahami, sesuatu yang belum sepenuhnya diakomodasi oleh solusi mobilitas harian yang ada.
 
Perbedaan mendasar ini mendorong Tim Labmino melakukan pivot dalam perjalanannya. Mereka memutuskan untuk fokus total pada track running (lari di lintasan).
 
“Kami memutuskan fokus pada track running dan merancang wearable yang ringan, berbasis kamera RGB, agar nyaman digunakan dan tetap terjangkau. Di sisi software, kami juga bertransformasi dari satu model AI menjadi pipeline multi-model agar arahan yang diberikan jauh lebih presisi dan adaptif," kata Anthony Edbert Feriyanto dari Tim Labmino.
 
Secara mekanisme, RunSight beroperasi layaknya virtual guide runner. Kacamata pintar ini menangkap rekaman video, yang kemudian diproses oleh AI pada perangkat secara real-time untuk mengidentifikasi garis lintasan serta mendeteksi hambatan di depan pengguna.
 
Berdasarkan analisis tersebut, sistem akan memberikan instruksi suara secara real-time, memandu pengguna untuk menjaga posisi tetap di tengah lintasan dan menghindari objek dengan aman. Instruksi suara ini juga disesuaikan dengan kecepatan lari pengguna.
 
Dalam proses optimasi, tantangan utama yang dihadapi adalah menjaga akurasi AI di tengah perubahan kondisi nyata (seperti cahaya dan kepadatan orang), sekaligus mempertahankan model yang ringan untuk kinerja real-time.
 
Solusi untuk tantangan ini adalah dengan melakukan uji keamanan yang ketat dan merancang logika sistem dengan prinsip safety-first. Tim menggunakan threshold, frame smoothing, dan aturan konservatif agar arahan yang diberikan tidak mendadak dan mengganggu konsentrasi pengguna.
 
Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, menggarisbawahi bahwa kisah Tim Labmino ini mencerminkan esensi SFT. “Tim Labmino menunjukkan bahwa ketika empati dipadukan dengan kapabilitas teknologi seperti AI, lahirlah solusi yang inklusif dan relevan bagi masyarakat. Inovasi seperti inilah yang ingin terus kami dorong, teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga bertanggung jawab dan berdampak,” kata Bagus.
 
Ke depan, Tim Labmino membawa semangat untuk terus mengembangkan RunSight, memperluas dampaknya, dan menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia mampu menciptakan teknologi yang menjawab tantangan nyata di masyarakat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA