Setelah ajang berakhir, private cloud yang digunakan selama kompetisi akan diserahkan kepada Senegal untuk menjadi platform cloud nasional.
Dakar 2026 berlangsung pada 31 Oktober hingga 13 November di Dakar, Diamniadio, dan Saly. Ajang ini mempertemukan 2.700 atlet berusia 17 tahun ke bawah yang bertanding dalam 35 cabang olahraga.
Sebagai Olimpiade pertama yang digelar di Afrika, penyelenggara juga memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkan identitas dan budaya Senegal kepada peserta serta penonton.
Alibaba Hadirkan Teknologi Cloud dan AI untuk Youth Olympic Games Pertama di Afrika.
Presiden International Olympic Committee (IOC), Kirsty Coventry, mengatakan dukungan Alibaba membantu kelancaran ajang sekaligus mendekatkan penonton dengan pertandingan.
“Dakar 2026 menjadi ajang Olimpiade pertama yang diselenggarakan di benua Afrika. Kami sangat senang Alibaba, sebagai Mitra Olimpiade Global kami, turut mendukung terwujudnya momen bersejarah ini. Melalui teknologi cloud dan AI, Alibaba membantu penyelenggaraan Olimpiade berjalan lebih lancar, sekaligus mendekatkan para penggemar di seluruh dunia dengan berbagai momen pertandingan,” ujarnya.
Cloud Menopang Tiket dan Layanan Acara
Komite penyelenggara menggunakan private cloud berbasis Apsara Stack dari Alibaba Cloud sebagai fondasi layanan digital Dakar 2026. Infrastruktur ini mendukung aplikasi penting, termasuk sistem penjualan tiket dan pengurusan visa elektronik.Sistem tiketnya disiapkan untuk mengelola lebih dari satu juta tiket di tujuh lokasi pertandingan dan area Festival resmi. Kapasitas cloud yang dapat disesuaikan diharapkan menjaga layanan tetap berjalan saat permintaan tiket atau arus pengunjung meningkat.
Presiden Komite Penyelenggara Olimpiade Remaja Dakar 2026, Mamadou Diagna Ndiaye, mengatakan teknologi tersebut mendukung pengalaman yang terhubung bagi atlet, pengunjung, dan penonton, sekaligus memperkuat kemampuan digital Senegal.
“Teknologi ini juga akan memperkuat kapabilitas digital Senegal yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai acara dan layanan publik di masa depan,” ujarnya.
Manfaatnya dirancang berlanjut setelah kompetisi. Infrastruktur private cloud akan diserahkan kepada Senegal, sementara pelaku usaha dan pengembang setempat nantinya dapat mengakses kapabilitas AI Alibaba serta model Qwen berformat open-weight. Keluarga Qwen mencakup 460 model dan mendukung lebih dari 200 bahasa, termasuk Wolof dan Prancis.
AI Membawa Budaya Senegal ke Pengalaman Olimpiade
AI juga digunakan untuk mengangkat budaya lokal. Dalam upacara pembukaan, penyelenggara menampilkan video berdurasi satu menit yang dibuat dengan WAN, model AI generatif video Alibaba. Video itu memperlihatkan 100 peserta Dakar 2026 Learning Academy memainkan drum bersama secara virtual.Pengunjung Festival resmi Dakar 2026 juga dapat membuat video pendek yang menampilkan diri mereka memainkan Sabar, drum tradisional Senegal, melalui kios interaktif.
Pengalaman ini mengangkat Teranga, konsep dalam bahasa Wolof yang mencerminkan keramahan khas Senegal. Agen AI berbasis cloud turut disediakan untuk menjawab pertanyaan seputar Dakar 2026 dan sejarah Olimpiade Remaja.
Dukungan Alibaba juga mencakup program komunitas. Panda Pack Project menargetkan perlengkapan olahraga bagi lebih dari 350.000 anak di 850 sekolah. Sementara itu, Alibaba Cloud Tech Academy menyediakan pelatihan komputasi awan daring gratis bagi warga Senegal berusia di bawah 35 tahun. Program tersebut telah menarik lebih dari 10.000 pendaftar.