Mengutip Gizmochina, hasil tersebut cukup mengejutkan karena perangkat Galaxy Z Fold sebelumnya, termasuk Galaxy Z Fold 8 reguler yang diuji pada awal Agustus, mampu melewati pengujian serupa tanpa mengalami kerusakan besar atau kehilangan fungsi.
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra justru mengalami kegagalan pada bagian layar internal ketika pengujian memasuki tahap tekukan lebih berat. Sebagai informasi, Galaxy Z Fold 8 Ultra merupakan model flagship yang dibanderol mulai USD2.099 (Rp37,3 juta).
Samsung sebelumnya menonjolkan sejumlah peningkatan durabilitas pada perangkat ini, termasuk rangka Armor Aluminum, Gorilla Glass Ceramic 3 untuk layar luar, Armor FlexHinge yang didesain ulang, serta dua lapisan titanium FlexTitanium di bawah panel layar lipat.
Layar Utama Rusak Permanen Saat Ditekuk
Pada awal pengujian tekukan, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra masih mampu bertahan. Saat perangkat dalam kondisi terbuka dan mendapatkan tekanan tekukan pertama ke arah belakang, tidak terjadi kerusakan serius pada perangkat.Namun, kondisi berubah ketika Zack Nelson memberikan tekanan tekukan kedua yang lebih kuat. Layar utama perangkat sempat berkedip sebelum akhirnya mati sepenuhnya dan tidak dapat digunakan lagi.
Pada saat yang sama, perangkat juga menunjukkan adanya kelenturan yang cukup terlihat saat diberikan tekanan dari arah belakang. Kerusakan tersebut membuat Galaxy Z Fold 8 Ultra berbeda dari Galaxy Z Fold 8 reguler.
Model reguler sebelumnya mampu melewati tekanan tekukan ke arah belakang dengan sasis tetap utuh dan perangkat masih berfungsi. Perbedaan hasil ini menjadi salah satu hal yang paling menarik dari pengujian tersebut karena kedua perangkat berasal dari generasi yang sama.
JerryRigEverything tidak menyimpulkan secara pasti komponen penyebab layar utama Galaxy Z Fold 8 Ultra mati. Salah satu kemungkinan yang disebut adalah kerusakan pada kabel fleksibel layar atau sensor yang digunakan untuk mendeteksi kondisi lipatan.
Kemungkinan lainnya adalah tekanan internal yang muncul saat engsel memberikan beban terhadap panel layar sangat tipis.
Desain Tipis Diduga Menjadi Faktor
Salah satu faktor yang menjadi perhatian dalam hasil pengujian tersebut adalah ketebalan Galaxy Z Fold 8 Ultra. Saat perangkat dibuka, ketebalannya hanya sekitar 4,1 mm. Dimensi sangat tipis tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya Samsung menghadirkan perangkat foldable lebih ramping, tetapi sekaligus dapat memberikan tantangan terhadap ketahanan struktur saat menerima tekanan ekstrem.Meski demikian, kegagalan dalam uji tekuk JerryRigEverything tidak serta-merta berarti Galaxy Z Fold 8 Ultra akan mudah rusak dalam penggunaan sehari-hari. Pengujian JerryRigEverything memang dirancang untuk memberikan tekanan ekstrem yang berada di luar kondisi penggunaan normal.
Hasilnya lebih tepat digunakan untuk melihat perangkat merespons tekanan fisik tertentu dibandingkan sebagai gambaran mutlak mengenai ketahanan perangkat dalam aktivitas sehari-hari.
Selain itu, kerusakan yang terjadi dalam pengujian tidak membuat seluruh bagian perangkat hancur. Engsel dan rangka perangkat tetap bertahan, sementara kegagalan utama terjadi pada layar internal.
Hal ini menunjukkan bahwa komponen yang mengalami kerusakan adalah bagian yang berbeda dari struktur luar perangkat. Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra juga harus menghadapi tantangan yang memang melekat pada desain ponsel lipat.
Berbeda dari smartphone konvensional, perangkat foldable memiliki dua layar, mekanisme engsel, serta berbagai komponen yang harus bekerja dalam ruang yang relatif terbatas dan tetap sejajar ketika perangkat dibuka maupun dilipat.
Biaya Perbaikan Layar Internal Tidak Murah
Kerusakan layar utama pada Galaxy Z Fold 8 Ultra juga menjadi perhatian karena biaya penggantiannya cukup tinggi. Menurut laporan Gizmochina, Samsung mengenakan biaya USD639 (Rp11,3 juta) di Amerika Serikat untuk penggantian modul layar internal Galaxy Z Fold 8 Ultra.Sebagai perbandingan, penggantian layar luar disebut memiliki biaya USD149 (Rp2,6 juta). Samsung juga menyediakan satu kali penggantian pelindung layar internal secara gratis dalam 12 bulan pertama. Setelah periode tersebut, biaya penggantian pelindung layar disebut sekitar USD19 (Rp337.193).
Hasil uji JerryRigEverything ini menjadi catatan tersendiri bagi Galaxy Z Fold 8 Ultra, terutama karena Samsung sebelumnya menonjolkan peningkatan durabilitas pada generasi tersebut. Di satu sisi, perangkat mempertahankan struktur luar dan engsel saat menghadapi tekanan ekstrem.
Namun, di sisi lain, layar internal mengalami kerusakan permanen setelah menerima tekukan kedua lebih kuat. Dengan demikian, Galaxy Z Fold 8 Ultra mencatat hasil yang berbeda dibandingkan dengan sebagian besar pendahulunya dalam pengujian durabilitas JerryRigEverything.
Hasil tersebut juga memperlihatkan bahwa desain foldable yang semakin tipis dapat menghadirkan tantangan tersendiri dalam menjaga ketahanan komponen internal, meskipun perangkat telah menggunakan sejumlah material dan struktur yang dirancang untuk meningkatkan durabilitas.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda