Microsoft melaporkan bahwa grup hacker incar peneliti politi Eropa. (Photo by Vesa Moilanen / Lehtikuva / AFP) / Finland OUT
Microsoft melaporkan bahwa grup hacker incar peneliti politi Eropa. (Photo by Vesa Moilanen / Lehtikuva / AFP) / Finland OUT

Microsoft: Grup Hacker Rusia Incar Peneliti Politik Eropa

Teknologi microsoft cyber security
Ellavie Ichlasa Amalia • 21 Februari 2019 13:54
Jakarta:Grup hacker yang memiliki hubungan dengan Rusia melakukan serangan siber ke kelompok-kelompok peneliti politik Eropa, ungkap Microsoft.
 
Ialah Strontium, grup yang juga dikenal dengan nama Fancy Bear dan memiliki hubungan dengan pemerintah Rusia. Kelompok hacker itu menargetkan lebih dari 100 akun pekerja yang ada di Belgia, Prancis, Jerman, Polandia, Romania, dan Serbia. Microsoft menjelaskan hal ini dalam sebuah artikel blog.
 
Beberapa target serangan ini adalah Dewan Hubungan Internasional Jerman, Institut Aspen di Eropa, German Marshall Fund, dan grup lain yang melakukan penelitian terkait demokrasi, integritas pemilu, dan peraturan untuk masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para pekerja ini juga sering menjalin komunikasi dengan pekerja pemerintah. Uni Eropa akan mengadakan pemilu untuk memlih anggota parlemen pada Mei, lapor CNET.
 
"Serangan ini terjadi antara September dan Desember 2018," kata Tom Burt, Corporate Vice President of Customer Service & Trust, Microsoft.
 
"Kami dengan cepat menghubungi organisasi-organisasi ini ketika kami mengetahui bahwa mereka menjadi target sehingga mereka bisa mengambil langkah untuk mengamankan sistem mereka. Dan kami telah mengambil berbagai langkah untuk melindungi konsumen kami dari serangan ini."
 
Nama Fancy Bear mulai dikenal setelah mereka melakukan serangan siber pada Komite Nasional Demokrat Amerika Serikat pada 2016. Ketika itu, 12 hacker menembus server organisasi tersebut dan mencuri email dari para staf dalam usaha untuk memengaruhi hasil pemilu presiden.Pada 2018, grup itu menginfeksi lebih dari setengah juta router dengan malware dan menargetkan grup internasional dan kedutaan di Amerika Selatan dan Eropa.
 
Untuk mengatasi serangan ini, Microsoft menyediakan layanan keamanan siber gratis mereka, AccountGuard, untuk grup-grup di Eropa via Office 365. German Marshall Fund mengatakan bahwa mereka harus lebih berhati-hati dalam melindungi demokrasi mereka seiring dengan semakin dekatnya pemilu Eropa.
 
"Ancaman ini tidak hanya mengancam para kandidat dan kampanye," kata President German Marshall Fund, Karen Donfried.
 
"Organisasi dan individu harus sadar dan siap untuk menghadapi pelaku kriminal, termasuk hacker yang didanai pemerintah, yang ingin mengeksploitasi mereka di dunia digital."
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif