Ilustrasi
Ilustrasi

Red Hat Tambah Akses Manajemen Hybrid Cloud via OpenShift Platform Plus

Mohammad Mamduh • 24 Agustus 2022 12:18
Jakarta: Red Hat mengumumkan iterasi baru Red Hat OpenShift Platform Plus, dengan fitur dan kemampuan yang mencakup penyimpanan, manajemen dan banyak lagi.
 
Versi terbaru ini diklaim memperluas Red Hat OpenShift Platform Plus sebagai platform Kubernetes tunggal yang mampu menjangkau luasnya skenario IT enterprise, baik itu pusat data tradisional, operasional edge terdistribusi atau berbagai lingkungan public cloud.  
 
Dalam laporan Gartner berjudul The Innovation Leader’s Guide to Navigating the Cloud-Native Container Ecosystem, perusahaan berusaha untuk membuat standarisasi pada platform yang konsisten maupun sejauh mungkin ke berbagai use case.
 
Ketika perusahaan mengembangkan lanskap aplikasi untuk memenuhi kebutuhan yang terus berubah, platform cloud yang didukung oleh Kubernetes perlu untuk tidak hanya menjangkau jejak infrastruktur open hybrid cloud, namun juga ke berbagai workload dan berbagai aplikasi yang berjalan pada fondasi ini.
 
Red Hat OpenShift Platform Plus diklaim dirancang untuk menyediakan fondasi yang lebih konsisten bagi perusahaan dalam mendorong standarisasi IT yang transformasional.

Penawaran terbaru ini meliputi berbagai tool yang dibutuhkan untuk mengembangkan, melindungi dan mengelola aplikasi dengan lebih simpel di seluruh siklus hidup software maupun di seluruh klaster Kubernetes.
 
Pembaruan teknologi pokok ini termasuk, Red Hat OpenShift 4.11, Red Hat Advanced Cluster Management for Kubernetes 2.6, Red Hat OpenShift Data Foundation 4.11.
 
Karena perusahaan terus mengembangkan lingkungan operasional, kebutuhan akan konsistensi yang lebih besar di seluruh footprint yang heterogen ini juga semakin besar.
 
Red Hat OpenShift 4.11, berbasis Kubernetes 1.24 dan runtime interface CRI-O 1.24, didesain untuk memudahkan pemanfaatan Kubernetes, apapun caranya dan penggunaannya di seluruh open hybrid cloud.
  
Versi terbaru Red Hat OpenShift memungkinkan perusahaan untuk menginstal OpenShift langsung dari marketplace public cloud yang utama, termasuk marketplace AWS dan marketplace Azure.
 
Ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi enterprise untuk memilih untuk menjalankan OpenShift dan memungkinkan tim IT memenuhi berbagai persyaratan teknologi yang dinamis dengan lebih baik.
 
Untuk membantu pengguna mengelola armada kontainer yang terus bertambah di edge dengan lebih baik, Red Hat Advanced Cluster Management 2.6, sebagai bagian dari Red Hat OpenShift Platform Plus, menambahkan fitur-fitur baru yang ditargetkan untuk meningkatkan ketersediaan use case yang berlatensi tinggi dan bandwidth yang rendah.
 
Satu klaster hub Red Hat Advanced Cluster Management kini bisa menggelar dan mengelola hingga 2.500 klaster node tunggal OpenShift, yang bisa digelar dan dikelola di edge dengan provisioning tanpa sentuhan.
 
Selain itu, Red Hat Advanced Cluster Management 2.6 menyediakan edge metric-collector yang dirancang khusus untuk node tunggal dan workload kecil, memungkinkan observasi yang lebih besar pada operasional jarak jauh.
 
Red Hat OpenShift 4.11 dan Red Hat OpenShift Data Foundation 4.11 kini tersedia secara general. Red Hat Advanced Cluster Management 2.6 diperkirakan akan tersedia pada akhir bulan ini.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA