Webinar Smart Maritime dan Smart Agriculture
Webinar Smart Maritime dan Smart Agriculture

Smart Maritime Jadi Kunci Poros Maritim Dunia

Cahyandaru Kuncorojati • 08 Februari 2022 14:14
Jakarta: Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia masih memiliki peluang yang sangat luas untuk memaksimalkan potensinya.
 
Tercatat bahwa baru 10 persen kekayaan maritim Indonesia yang hasilnya dinikmati oleh negara dan segenap penduduknya. Sementara potensi ekosistem lautan dan perairan pun masih menunggu untuk dimanfaatkan sepenuhnya dalam perjalanan Indonesia menuju Industry 4.0, selaras dengan visinya untuk menjadi Poros Maritim Dunia.
 
Upaya mewujudkan strategi Poros Maritim Dunia yang dikumandangkan pemerintah tidak lepas dari pemanfaatan teknologi mutakhir dan cerdas.
 
Pelaksanaan upaya tersebut menjadi bahasan pokok pada webinar yang bertema Recover Together and Recover Stronger: Technology Audit for Smart Maritime and Smart Agriculture pada tanggal 26 Januari 2022, diselenggarakan oleh IATI dan KORIKA.
 
Ajang ini pun didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Huawei.
 
Huawei bersama mitranya Pilot National Library for Marine Science and Technology (Qingdao) dan Highlander Digital Technology turut memberikan informasi mengenai pemanfaatan teknologi Smart Maritime yang sebelumnya telah diimplementasikan di Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Teknologi ini memiliki sejumlah kapabilitas, antara lain pemetaan laut, pemrosesan informasi yang berhubungan dengan kelautan, platform big data dan AI khusus maritim, dan platform aplikasi pintar.
 
Kapabilitas-kapabilitas tersebut dapat diterapkan untuk kegiatan seperti penangkapan ikan, eksplorasi berbagai sumber daya maritim lainnya, pelestarian biota laut, dan peringatan dini bencana.
 
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan kembali akan pentingnya agro-maritim cerdas dan pertanian cerdas di era pasca-pandemi. Dukungan terhadap rantai pasok di bidang maritim dan agrikultur akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin tinggi.
 
“Situasi pandemi Covid-19 yang relatif terkendali berdampak terhadap pemulihan ekonomi yang lebih cepat. Kami estimasikan angka pertumbuhan ekonomi yang kuat di kisaran 5 hingga 6 persen menuju tahun 2024, yang tidak lepas dari dukungan industri terhadap ekonomi digital dan ekonomi hijau."
 
"Teknik produksi akan semakin meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Agro-maritim cerdas dan pertanian cerdas dapat membantu terdorongnya produktivitas, pemanfaatan data dan informasi, SDM yang mumpuni, dan teknik-teknik pemasaran digital untuk membawa hasil bumi dan laut Indonesia ke pasar global,” tegas Luhut.
 
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan penerapan transformasi digital adalah sebuah opsi yang harus dipilih setiap kementerian dalam meningkatkan kinerja dan kualitas layanan kepada masyarakat.
 
“Keberhasilan transformasi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan menjadi bagian tidak terpisahkan dari budaya kerja dan membawa manfaat bagi masyarakat luas. Untuk itu, kerja sama antara pemerintah dan berbagai pihak di bidang teknologi sangat dibutuhkan dalam pembangunan kelautan dan perikanan, seperti yang dilakukan melalui acara yang bergengsi ini,” katanya.  
 
President of Huawei Cloud Indonesia Jason Zhang menimpali, seiring meningkatnya investasi pemerintah maupun industri di sektor maritim, pemanfaatan teknologi digital menjadi bahasan yang semakin bernilai strategis.
 
"Niscaya, pemerintah, pelaku industri, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan dapat bergandengan tangan untuk menghadirkan teknologi digital mutakhir di bidang maritim.”
 
(MMI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif