?SATRIA akan saling melengkapi dengan proyek Palapa Ring yang telah ada sebelumnya (Foto:Dok.Metro TV)
?SATRIA akan saling melengkapi dengan proyek Palapa Ring yang telah ada sebelumnya (Foto:Dok.Metro TV)

Dengan Kapasitas Besar, SATRIA Diyakini Percepat Digital Society di Indonesia

Teknologi Berita Kominfo BAKTI Satelit Republik Indonesia (Satria)
Gervin Nathaniel Purba • 30 November 2020 15:57
Jakarta: Indonesia merupakan negara kepulauan dengan lebih dari 17.500 pulau. Kondisi geografis tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemerataan pembangunan infrastruktur telekomunikasi hingga ke daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan perbatasan.
 
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengambil kebijakan keberpihakan kepada masyarakat untuk menyediakan layanan telekomunikasi, termasuk jaringan internet, yaitu melalui proyek satelit multifungsi, Satelit Republik Indonesia (SATRIA).
 
SATRIA akan saling melengkapi dengan proyek Palapa Ring yang telah ada sebelumnya. Dari sisi teknologi, SATRIA menggunakan teknologi canggih high throughput satellite (HTS). Teknologi tersebut dapat meningkatkan kapasitas satelit untuk menghadirkan sinyal internet ke seluruh wilayah Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Teknologi HTS akan dikombinasikan dengan Frekuensi K-band, sehingga kapasitasnya melampaui satelit mana pun yang saat ini beroperasi di Indonesia.
 
Direktur Utama PSN sekaligus Direktur Utama SNT Adi Rahman Adiwoso mengatakan konstruksi SATRIA segera dilakukan demi mempercepat Indonesia menjadi digital society (masyarakat melek digital). Kehadiran internet akan mempermudah segala aspek kehidupan manusia.
 
Ditargetkan meluncur pada 2023, SATRIA akan mempercepat transformasi ekonomi digital, termasuk mendukung digitalisasi sistem pembayaran di daerah yang belum terjangkau internet.
 
Proyek SATRIA merupakan bagian dari rangkaian Satelit Nusantara yang dimulai sejak 2019. Satelit multifungsi ini memiliki kapasitas 150Gbps dengan menggunakan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) dengan frekuensi Ka-Band.
 
"Dengan kapasitas sebesar 150 Gbps berarti lebih besar tiga kali lipat dari semua kapasitas satelit nasional yang saat ini masih digunakan. Kami yakin SATRIA dapat menjadi jawaban dari digital gap yang masih terjadi di Indonesia," kata Adi.
 
"Kami perlu menekankan bahwa ini proyek SATRIA bukan proyek yang sangat menguntungkan secara komersial bagi perusahaan. Namun, kami merasa terhormat dapat mengemban tanggung jawab dan dapat diikutsertakan dalam membangun Indonesia," katanya.
 
(ROS)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif